Terkait Skandal Konsumsi Bahan Bakar, Mitsubishi Hentikan Sementara Penjualan Delapan Model Kendaraannya

Terkait Skandal Konsumsi Bahan Bakar, Mitsubishi Hentikan Sementara Penjualan Delapan Model Kendaraannya

417
0
BERBAGI
Chairman and CEO MMC Osamu Masuko saat konferensi pers di Tokyo, Jepang, 30 Agustus 2016 (foto : REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Seperti yang sudah kita ketahui, beberapa bulan lalu Mitsubishi kepergok melakukan manipulasi data konsumsi bahan bakar yang terjadi pada empat model kei car yang diproduksi oleh Mitsubishi Motors Corporation (MMC). Dua dari empat model kei car tersebut adalah pesanan dari Nissan, yang kemudian akan dipasarkan menggunakan merk Nissan. Mitsubishi membuat data palsu dengan mengatakan konsumsi bahan bakar kei car tersebut bisa mencapai 30,4 Km per liter. Namun kecurangan tersebut akhirnya terbongkar karena datanya tidak cocok dengan hasil pengujian yang dibuat oleh Nissan.

Tim independen yang menyelidiki skandal manipulasi data konsumsi bahan bakar terhadap empat model kei car yang diproduksi oleh MMC menyampaikan kesimpulan hasil kerja mereka pada Selasa, 2 Agustus 2016 silam. Menurut tim investigasi, secara umum ada tiga poin yang menjadi penyebab kasus ini terjadi: lemahnya komunikasi, lemahnya kepemimpinan, serta tekanan yang tinggi terhadap para engineer untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar.

Delapan Model Lainnya Juga Terkena Imbas

Setelah diumumkannya hasil investigasi oleh tim investigasi indepeden, ternyata Mitsubishi juga melakukan manipulasi data pada delapan model Mitsubishi yang lainnya. MMC diketahui telah menuliskan data yang tidak sesuai pada katalog penjualannya. Menurut investigasi, konsumsi bahan bakar pada kedelapan model tersebut mencatatkan angka 8,8 persen lebih rendah dari keterangan pada katalog.

salah satu model yang terkena pemalsuan data konsumsi bahan bakar (sumber : mitsubishicars.com)
salah satu model yang terkena pemalsuan data konsumsi bahan bakar (sumber : mitsubishicars.com)

Delapan model yang terkena skandal tersebut seperti Outlander, Outlander Sport, Pajero (bukan Pajero Sport), dan beberapa model kei car, untuk sementara ini tidak dijual di Jepang hingga permasalahan ini selesai. Pihak Mitsubishi berjanji akan memenuhi permintaan Kementerian Perhubungan Jepang untuk mengganti data konsumsi bahan bakar pada katalog dan menghentikan sementara penjualan delapan model kendaraan yang terdampak skandal ini.

Kesalahan Metode Pengukuran

Kesalahan dalam metode pengukuran konsumsi bahan bakar produk Mitsubishi ini ternyata sudah terjadi selama 25 tahun dan terlanjur dilakukan secara sistemis, meluas, dan meningkat dari waktu ke waktu. Berdasarkan hasil wawancara tim investigasi dengan 150 karyawan MMC, diketahui bahwa ada tahapan pengecekan yang tidak dijalankan, yakni memeriksa pekerjaan tim yang bertugas menghitung konsumsi bahan bakar produk-produk.

Chairman and CEO MMC Osamu Masuko berbicara kepada wartawan di Tokyo (foto : www.nzz.ch)
Chairman and CEO MMC Osamu Masuko berbicara kepada wartawan di Tokyo (foto : www.nzz.ch)

Selain itu, dari hasil pemeriksaan tim investigasi juga menemukan fakta bahwa MMC memberikan tekanan berupa target yang sangat berat kepada para engineer untuk membuat desain mesin kendaraan yang efisien bahan bakar. Sebuah target yang dianggap tidak realistis diwujudkan ini sepertinya membuat tekanan pada para engineer, namun para engineer tidak mungkin bisa untuk menolaknya. Tekanan semacam ini tentu saja pada akhirnya akan mempengaruhi kinerja karyawan, sehingga tidak seirama lagi dengan visi dan misi perusahaan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY