Nissan Cefiro untuk Sang Pemuja Kecepatan

2358
0
BERBAGI

Ada yang berbeda dengan video yang dibuat oleh team Ototaiment kali ini. Bukan tentang review mobil yang baru keluar dari pabrik, tetapi kami mencoba membuat liputan tentang mobil tua atau mobil custom, atau yang lebih akrab disebut sebagai mobil modifikasi. Kami merasa tertantang untuk membuat video seperti ini, karena mobil-mobil tua atau modifikasi tidak mempunyai standar seperti halnya mobil baru yang keluar dari pabrik. Mobil-mobil seperti ini adalah penerjemahan dari karakter owner mobil tersebut. Tidak memiliki batasan, semua adalah buah pikir owner dan builder.

Nissan Cefiro custom ini menjadi ‘korban’ pertama dari video mobil modifikasi kami kali ini. Entah kenapa, sejak pertama kali kami bertemu dengan mobil ini pada ajang Hot Import Nights Jogja 2016, kami langsung jatuh hati. Mujurnya, keinginan kami ini disambut dengan sangat baik oleh pemilik Nissan Cefiro ini. Jadilah kami berkenalan dan menyusun rencana untuk pembuatan video ini. Inilah hasilnya: Nissan Cefiro untuk Sang Pemuja Kecepatan.

Jatuh Hati pada Nissan Cefiro

Nissan Cefiro tentu saja sudah tidak asing lagi bagi para penggemar olahraga mobil drifting.  Sebenarnya, yang lebih difavoritkan untuk drifting adalah Nissan Silvia, tetapi untuk para penggemar drifting di beberapa negara termasuk Indonesia, untuk bisa mendapatkan Nissan Silvia bukanlah hal yang mudah karena langkanya mobil tersebut, nah, jadilah Nissan Cefiro sebagai alternatifnya.

Satya mengistilahkan bentuk Cefiro dengan istilah tipis (foto : ototaiment)
Satya mengistilahkan bentuk Cefiro dengan istilah tipis (foto : ototaiment)

Satya, sang pemilik dari Nissan Cefiro ini pun juga jatuh hati dengan keseksian Nissan Cefiro. Pada tahun 2012, jadilah Satya mewujudkan mimpinya dengan membeli sebuah Nissan Cefiro bekas dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Bahkan Satya bercerita bahwa waktu itu saat membawa Nissan Cefiro dari Jawa Barat ke Jogja, dia sempat menemui beberapa kendala, antara lain mesin yang mengalami overheating parah karena terjadi kebocoran oli mesin dan air radiator. Hal-hal seperti ini tentu saja menjadi kenangan yang tidak mungkin terlupakan bagi para pemilik mobil tua atau custom.

Berawal dari Bentuk Body   

Sejak awal, Satya memang ingin memodifikasi mobil ini dengan bentuk ala mobil drifting. Dimulai dengan pengaplikasian custom wide body, tiruan aerokit Rocket Bunny, hingga pemasangan roda-roda bertapak lebar.

Body Nissan Cefiro jadi tampak lebih lebar dan kental dengan aroma drifting (foto : ototaiment)
Body Nissan Cefiro jadi tampak lebih lebar dan kental dengan aroma drifting (foto : ototaiment)

Satya mengaplikasikan velg Rota ring 18 dengan lebar 12 inchi dibalut dengan ban Toyo. Satya bercerita bahwa tidak mudah memang untuk menemukan velg dan ban dengan ukuran ini di Yogyakarta.

Velg Rota dan ban Toyo tapak lebar, susah dicari di Jogja (foto : ototaiment)
velg Rota dan ban Toyo tapak lebar, susah dicari di Jogja (foto : ototaiment)

Ubahan pada suspensi juga dilakukan oleh Satya dengan mengganti suspensi standar Nissan Cefiro menggunakan coilover yang di-setting ulang agar bisa mendapatkan performa maksimalnya. Setelah selesai dengan tampilan eksterior, maka Satya pun merambah interior dengan mengacak-acak bentuk aslinya.

bucketseat Bride dan seatbelt Takata empat titik semakin memperkuat aroma balap (foto : ototaiment)
bucketseat Bride dan seatbelt Takata empat titik semakin memperkuat aroma balap (foto : ototaiment)

Satya ingin menjadikan mobil ini racing look, walaupun sebenarnya tidak ada niat untuk ikut kompetisi dengan mobil ini. Mulai dengan pemasangan roll bar, hingga bucket seat merk Bride, dan seatbelt Takata 4 titik.

Mesin Toyota Supra

Akibat mengalami overheating yang parah hingga mengalami banyak kerusakan, Satya akhirnya memilih untuk mengistirahatkan mesin standarnya. Lalu pilihan Satya jatuh pada mesin legendaris berkode 2JZ-GTE bawaan Toyota Supra. Tidak mau berlama-lama, Satya langsung melakukan pemesanan mesin ini melalui jalur Singapura. Didapatlah Toyota Supra matic dalam kondisi halfcut, langsung diimportnya ke Indonesia. Setelah masuk ke Indonesia, Satya langsung melakukan pengaplikasian mesin ini ke dalam ruang mesin Nissan Cefiro yang tentu saja membutuhkan banyak penyesuaian.

mesin standar 2JZ-GTE bertengger dengan gagahnya di bawah kap Cefiro (foto : ototaiment)
mesin standar 2JZ-GTE bertengger dengan gagahnya di bawah kap Cefiro (foto : ototaiment)

Mesin 2JZ-GTE ini masih standar karena Satya belum melakukan perubahan apapun. Mulai dari turbo, ECU, injektor, dan lain-lain diakuinya masih menggunakan bawaan pabrik asli Toyota. Hanya saja, Satya tidak suka menggunakan gearbox matic bawaannya, sehingga dia menggantinya dengan gearbox manual bawaan Toyota Crown.

sektor dapur pacu masih memerlukan banyak sentuhan (foto : ototaiment)
pipping dan penggantian ECU adalah target selanjutnya (foto : ototaiment)

Satya mengakui bahwa memang performa mesinnya saat ini belum maksimal karena masih mengalami kekurangan di sana-sini. Mulai dari pipping yang belum sempurna, ECU standar, dan mesin yang belum di-rebuild dengan sempurna. “Semuanya masih proses mas, selanjutnya masih ada banyak rencana untuk menyempurnakan mesinnya,” terang Satya. Well, apapun hasilnya, kami tetap memberikan apresiasi tertinggi kami untuk Satya, semoga sukses dengan project selanjutnya!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY