Review Volkswagen Polo 1.2 TSI – Mobil Eropa Harga Jepang

1682
0
BERBAGI

Pasar mobil di segmen compact hatchback di Indonesia selama ini dikuasai oleh pemain-pemain asal Jepang seperti Honda Jazz, Toyota Yaris, maupun Mazda 2. Sekalipun ada pemain dari negara lain seperti Ford Fiesta, saat ini status keberadaan Ford di Indonesia masih simpang siur (meskipun telah menunjuk pihak ketiga sebagai pemegang operasional setelah Ford hengkang).

Pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015, muncul penantang baru di kelas ini dari daratan Eropa. Seakan menebus kekecewaan konsumen di Indonesia, Volkswagen (VW) melepas VW Polo 1.2 TSI untuk menggantikan VW Polo 1.4 MPI yang selama ini dinilai kurang menggairahkan sekaligus underpower.

Eksterior

Melihat tampilan dari Polo terbaru, tak ada yang spesial sebenarnya. Desainnya simpel dan sederhana, tak seperti lawan-lawannya yang cenderung lebih agresif. Kesederhanaan juga dapat terlihat dari lampu utamanya yang masih menggunakan halogen serta tak memiliki LED DRL.

Penampilan mobil ini simpel dan sederhana (Foto: Ototaiment)
Penampilan mobil ini simpel dan sederhana (Foto: Ototaiment)

Velg yang dipasangkan berukuran 15 inci dan memiliki ban cadangan berjenis space saver berukuran 14 inci yang disimpan di bawah lantai kompartemen bagasi. Kelapangan bagasinya sebenarnya sudah cukup besar, hanya saja dia tidak rata lantai dan cukup turun ke bawah.

Tampang VW Polo 1.2 TSI dari samping-belakang (Foto: Ototaiment)
Tampang VW Polo 1.2 TSI dari samping-belakang (Foto: Ototaiment)

Melipat kursi di row kedua tak terlalu membantu karena saat dilipatpun rebahnya tidak rata lantai dan mempunyai sudut kemiringan yang cukup besar. Untuk membuka pintu bagasi tersebut Anda dapat menggunakan door handle yang berupa logo VW di bagian belakang. Oh, ya, mobil ini juga dilengkapi dengan sensor parkir di bagian belakang.

Interior

Pindah ke dalam, kualitas material yang dipakai terkesan murahan, terutama pada beberapa bagian yang berlapis plastik keras macam dasbor atau door trim. Jok yang digunakan berbahan fabric dengan desain yang biasa-biasa saja namun memiliki pengaturan yang lengkap, mulai dari sliding, reclining dan tersedia height adjuster (juga terdapat pada kursi penumpang depan). Kami masih merasa bisa memaklumi minus di kualitas interiornya karena dua hal: kompetitornya memiliki kekurangan serupa dan harga jual mobil ini juga setara dengan lawan-lawan lainnya.

Material yang digunakan banyak didominasi bahan keras dan terkesan murah (Foto: Ototaiment)
Material yang digunakan banyak didominasi bahan keras dan terkesan murah (Foto: Ototaiment)

Mobil yang dibuat di India ini memiliki dasbor yang cukup identik dengan Golf Mk 6. Pengaturan AC digital yang cukup beragam menghiasi dasbor bersama dengan head unit yang tampilannya masih monokrom. Terlihat ada beberapa space tombol yang tak terpakai di daerah hazard yang mengindikasikan adanya pengurangan fitur untuk membuat harga mobil ini tetap bersaing.

Head unit yang digunakan masih berlayar monokrom (Foto: Ototaiment)
Banyak space tombol kosong di atas head unitnya. Indikasi banyak pemangkasan fitur? (Foto: Ototaiment)

Tak hanya dasbor, lingkar kemudi Polo 1.2 TSI juga mencomot milik saudaranya. Kali ini setir Golf Mk7 lah yang digunakan, lengkap dengan pengaturan audio dan MID pada palang kemudinya serta pengaturan tilt-telescopic. Desain setir yang berjenis flat bottom memberikan kelapangan ekstra sehingga paha pengemudi lebih leluasa.

Lingkar kemudinya milik Golf MK7, Dasbornya milik Golf MK6 (Foto: Ototaiment)
Lingkar kemudinya milik Golf MK7, Dasbornya milik Golf MK6 (Foto: Ototaiment)

Tak seperti kompetitor lainnya, Polo tidak dilengkapi dengan paddle shift di balik lingkar kemudinya, sehingga jika Anda ingin mengoperasikan transmisi secara manual, Anda masih harus berjibaku dengan tuas persneling. Konsol tengahnya tidak ‘ramai’, alias tidak dilengkapi dengan beragam fitur tambahan. Rem yang digunakan pun manual, bukan elektrik.

Tak ada paddle shift di balik lingkar kemudi (Foto: Ototaiment)
Tak ada paddle shift di balik lingkar kemudi (Foto: Ototaiment)

Pindah ke row kedua, kita akan mendapati bahwa mobil ini cukup sempit untuk orang dewasa atau yang bertubuh besar. Belum lagi adanya ‘gundukan’ di bagian lantai tengah yang cukup membuat penumpang di tengah agak terkorbankan kenyamanannya. Jok dirancang untuk mampu mengakomodasi tiga orang penumpang, dan ketiganya telah mendapatkan seatbelt, head rest, serta dilengkapi ISOFIX. Untuk head rest-nya menimbulkan beberapa permasalahan menurut kami. Jika tidak dinaikkan, maka head rest tersebut justru mengganggu bahu penumpang. Namun jika dinaikkan dan dalam kondisi penuh tiga penumpang di belakang, maka visibilitas pengemudi melalui kaca spion tengah tergadaikan. Dilematis, namun kami juga menyadari bahwa mobil ini memang paling cocok dinikmati sendiri atau setidaknya berdua, bukannya full lima orang penumpang. Kenapa? Simak terus artikel ini untuk tahu alasannya!

Impresi Berkendara

Mesin 1.2 TSI adalah alasan mengapa kami rela memaafkan segala kekurangan lain yang ada pada mobil ini. Jika Polo terdahulu dibekali mesin 1.4 L, kali ini kapasitasnya memang lebih kecil, yakni 1.2 L. Bedanya, pada mesin terdahulu tenaganya hanya sekitar 85 hp, namun kini dengan dukungan turbo, Polo terbaru mampu meraih catatan tenaga di angka 105 hp. Memang bukan yang terbesar di kelasnya, namun lihat dulu raihan torsinya yang berada di angka 175 Nm! Torsi ini sudah dapat diraih sejak 1.500 rpm dan merata hingga rpm atas. Mengagumkan!

Mesin 1.2 TSI terasa amat memuaskan dibanding mesin 1.4 MPI pada Polo terdahulu (Foto: Ototaiment)
Mesin 1.2 TSI terasa amat memuaskan dibanding mesin 1.4 MPI pada Polo terdahulu (Foto: Ototaiment)

Saat dikendarai, bantingan suspensinya masih tergolong nyaman namun tetap kaku (lebih empuk dari Golf Mk 7 & tapi lebih keras dari Golf Mk 6), sehinga kita tak perlu khawatir terjadi gejala limbung yang parah saat bermanuver di kecepatan tinggi. Visibilitas juga dapat teraih kerena mobil ini benar-benar kompak. Sayangnya kaca spion baik di tengah maupun di luar terasa kekecilan, walaupun tidak terlalu mengganggu. Kekedapan kabinpun layak diapresiasi, terutama karena mampu meredam suara mesin, road noise, maupun lalu lalang dari kendaraan di sekitar mobil.

Tuas persneling dan konsol tengahnya tidak banyak memberikan fitur-fitur (Foto: Ototaiment)
Tuas persneling dan konsol tengahnya tidak banyak memberikan fitur-fitur (Foto: Ototaiment)

Salah satu keunggulan lain dari mobil ini adalah adanya transmisi 7-percepatan DSG yang membuat perpindahan gigi terasa amat halus. Hentakan dari turbonya juga tidak terlalu heboh, masih dalam batas wajar dan mengasyikkan. Dengan mobil ini, Anda sudah bisa mempensiunkan Polo 1.4 MPI yang kedodoran itu!

Harga dan Kesimpulan

Untuk kelas mobil Eropa di negara ini, VW Polo 1.2 TSI bisa jadi merupakan salah satu yang termurah. Mobil ini dijual dengan harga Rp 259 juta on the road Jabodetabek, yang mana ini merupakan harga yang amat kompetitif. Saat Anda memutuskan untuk membeli mobil ini, Anda akan mendapatkan sebuah mobil Eropa yang terkenal dengan kecanggihan teknologinya serta sensasi fun to drive yang mengasyikkan. Walaupun harus diakui, kualitas materialnya terlalu standar untuk sebuah mobil Eropa dan kabin belakangnya sempit. Bagaimanapun juga, kami amat merekomendasikan mobil ini bagi Anda yang menggemari mobil dengan performa ciamik!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY