7 In-House Tuner Pabrikan Mobil Terkemuka – Jangan Sampai Salah Pasang Emblem di Mobil Anda!

641
0
BERBAGI

Selama ini banyak dari kita yang menambahkan stiker atau badge di mobil kita supaya terlihat lebih sporty. Sayangnya, masih banyak orang yang salah kaprah tentang istilah, merk, atau tim balap yang ada di dalam dunia otomotif. Boro-boro kelihatan sporty, anda malah akan terlihat konyol jika salah menempelkan stiker. Agar anda tidak salah kaprah lagi, berikut ini kami rangkumkan 7 nama in-house tuner terkemuka yang dimiliki oleh pabrikan-pabrikan otomotif dunia.

1. TRD

Berbicara soal in-house tuner, rasanya kita sudah tidak asing lagi dengan TRD atau kependekan dari Toyota Racing Development. TRD bukan hanya aksesoris Sportivo yang banyak terpasang di mobil-mobil Toyota di Indonesia saat ini, tapi lebih dari itu, TRD adalah in-house tuner dari Toyota yang sangat melegenda berkat modifikasinya yang sukses di berbagai cabang olah raga bermotor.

2. BMW M Division

Awalnya, M Division ini muncul untuk memfasilitasi keinginan BMW turun di balapan pada tahun 1972. Produk pertama mereka untuk balapan adalah BMW 3.0 CSL, sedangkan mobil jalan raya mereka yang pertama dilabeli M1. Tahun 1979 arah usaha M Division berubah saat mereka memperkenalkan M535i yang berbasis BMW 5-Series yang diluar dugaan sangat disukai oleh pasar. Sejak saat itu, selain memproduksi mesin balap M juga membuat versi kencang dari hampir semua lini produk BMW.

3. AMG

Mercedes-AMG GmbH atau biasa dikenal sebagai AMG saja adalah tuner resmi Mercedes-Benz. Divisi ini dikenal tidak pandang bulu, semua mobil Mercedes-Benz mereka garap untuk menghasilkan mobil yang lebih bertenaga dan kemudian melegenda. Divisi racing ini sebelum diambil alih oleh Daimler AG adalah sebuah perusahaan kecil yang bermarkas di kota Affalterbach, Jerman. Namun sejak awal didirikan, mereka fokus untuk merombak mobil Mercedes-Benz. Nama AMG sendiri adalah singkatan dari nama belakang Hans Werner Aufrecht dan Erhard Melcher, plus Grobaspach, kota kelahiran Aufrecht.

4. Nismo

Nismo adalah divisi balap dan high-performance resmi Nissan. Divisi yang pada awalnya dipimpin oleh pembalap rally Jepang Yasuharu Nanba ini menjadi pusat dari segala aktifitas balap Nissan, mulai dari JGTC, FIA GT1, Le Mans 24 Hours, sampai Reli Dakar. Walau demikian, mereka juga menyempatkan untuk membuat aksesoris sport seperti spoiler, diffuser, velg dan lain sebagainya yang bisa digunakan oleh mobil jalan raya.

5. STi

STi atau Subaru Technica International didirikan oleh Fuji Heavy Industries untuk membangun mobil-mobil high perfomance Subaru beserta parts pendukungnya. STi sering bekerja sama dengan spesialis balap Inggris yang sudah legendaris, Prodrive, dalam membangun mobil balap terutama untuk kejuaraan WRC. STi adalah tuning house resmi yang selalu memiliki varian dalam setiap produk Subaru, dan selalu menjadi varian top-of-the-line. 

6. Ralliart

Berbeda dengan rumah modifikasi Jepang yang lain, Ralliart didirikan oleh pembalap rally Inggris Andrew Cowan dan Doug Stewart. Setelah menarik perhatian Mitsubishi karena membuat Lancer dan Galant menjadi kompetitif di arena rally, akhirnya Mitsubishi menjadikan Ralliart sebagai divisi balap resmi Mitsubishi. Sayangnya, pada tanggal 1 April 2010, Mitsubishi menghentikan aktifitas balap Ralliart dan menjadikan Ralliart sebagai merek parts high performance resmi, baik dijual terpisah atau sudah dirakit utuh seperti Lancer EX Ralliart.

7. Mugen Power

Mugen Power atau M-TEC Co., Ltd merupakan tuner resmi dari Honda. Mugen mempunyai spesialisasi di banyak sektor, namun cenderung fokus pada performa dan faktor-faktor pendukungnya. Berkat pengalaman-pengalaman yang sudah banyak dirasakan Mugen di arena balap dari Super Taikyu sampai Formula 1, Mugen mampu membuat parts-parts terbaik untuk meningkatkan kemampuan mobil Honda sampai tingkat maksimum.

Nah, setelah tahu yang sebenarnya, kami harap anda sudah tidak lagi memasang stiker atau badge TRD di Mobil Suzuki anda, atau memasang logo M3 di mobil BMW 518 anda. Karena selain salah, anda justru mempermalukan diri sendiri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY