Datsun Raih Indeks Mengecewakan di Afrika Selatan

Datsun Raih Indeks Mengecewakan di Afrika Selatan

393
0
BERBAGI
Datsun saat uji tabrak Global NCAP (Foto: Global NCAP)

Jika mendengar nama Datsun saat ini, mungkin sebagian besar dari kita akan langsung mengidentikkannya dengan sebuah merek mobil yang bermain di segmen LCGC (Low Cost Green Car) serta memiliki harga jual yang tergolong murah untuk sebuah mobil baru. Padahal, dahulu Datsun sempat mengguncang pasar sportscar dunia lewat produk 240Z.

Kiprah Datsun di Indonesia juga sempat melejit oleh sedan 120Y di tahun 70-an sebelum akhirnya Datsun mati suri pada tahun 1981 karena prinsipalnya memutuskan untuk memilih Nissan sebagai merek global mereka. Baru pada Tanggal 20 Maret 2012, Nissan mengumumkan untuk  menghidupkan kembali merek ini untuk pasar Indonesia, Afrika Selatan, India dan Rusia. Masalahnya, kini citra Datsun tak seperti dulu, bahkan kian merosot karena sejumlah permasalahan.

Standar Keselamatan yang Rendah

Melihat kemunculan Datsun, nampaknya Nissan bermaksud untuk menguasai setiap lini dari segmen pasar. Jika Nissan ditujukan kepada konsumen kelas menengah, maka Datsun diposisikan untuk mengisi segmen mobil murah dan Infiniti diplot sebagai merek premium yang menyasar kaum atas.

Hasil uji tabrak Asean NCAP (Foto: Mivec)
Hasil uji tabrak Asean NCAP (Foto: Mivec)

Masalahnya, Datsun sebagai pengemban tugas untuk menghadirkan mobil berharga terjangkau kerap tertimpa masalah. Apalagi kalau bukan perkara standar keamanannya yang tergolong minim. Coba kita tengok sebentar hasil uji tabrak Global NCAP di tahun 2014 lalu terhadap Datsun GO. Dalam pengujian tersebut, Datsun Go varian hatchback lansiran India dinyatakan tak layak jalan karena rangka tubuhnya yang ringkih dan dianggap terlalu membahayakan bagi pengemudi sekaligus penumpang. Akibatnya, Datsun Go diganjar 0 bintang oleh Global NCAP.

Bahkan di negara pembuatnya (India), Datsun Go raih 0 bintang untuk perlindungan keselamatan orang dewasa (Foto: Paultan)
Bahkan di negara pembuatnya (India), Datsun Go raih 0 bintang untuk perlindungan keselamatan orang dewasa (Foto: Paultan)

Saat itu,  Max Mosley selaku Global NCAP Chairman bahkan menyebutkan bahwa Datsun Go yang memperoleh rating 0 bintang itu hampir bisa dipastikan tidak akan lolos standar frontal impact regulation yang telah ditetapkan oleh PBB karena struktur body shell yang kelewat rapuh. Menurutnya, perlengkapan safety tambahan seperti airbags pun tak akan berpengaruh apa-apa dalam hal memperbaiki nilai keselamatan pada mobil ini. Wah!

“Bermasalah” di Afrika Selatan

Baru-baru ini, Datsun kemnbali mendapatkan permasalahan yang tak jauh berbeda dan terjadi di salah satu negara yang jadi andalan penjualannya: Afrika Selatan. Asosiasi otomotif setempat, Automobile Association, telah merilis laporan berjudul “Entry Level Vehicle Safety Report” yang berisi penilaian pada 23 mobil yang dijual di Afrika Selatan dengan harga di bawah 150.000 Rand (sekitar Rp 143 juta).

Datsun Go saat pengujian tabrak ASEAN NCAP (Foto: Asean NCAP)

Dalam laporan tersebut, Datsun GO 1.2 mid (lagi-lagi) buatan India mendapat angka indeks 0 alias masuk kategori  poor alias yang terendah. Datsun GO varian lain yang sudah dilengkapi airbag pada bagian pengemudi sedikit lebih baik dan mendapat 10 poin, namun sayang tak bisa menyelamatkannya dari kategori poor.

Kriteria Penilaian dan Tujuan Pelaporan

Kriteria penilaian berdasarkan kelengkapan fitur keselamatan yang meliputi: anti-lock braking system (ABS) – 30 poin, electronic stability control – 30 poin, kantong udara pengemudi – 10 poin, kantong udara penumpang depan – 10 poin, kantong udara samping – 10 poin, kantong udara tirai 20 poin, rating uji tabrak NCAP – 25 poin.

Datsun Go saat perdana diperkenalkan di Indonesia (Foto: dhanstaff)
Datsun Go saat perdana diperkenalkan di Indonesia (Foto: dhanstaff)

Melalui poin-poin tersebut, penilaian tertinggi pada satu model maksimal mendapatkan angka 135 poin. Automobile Association kemudian membuat indeks “Safety per R10k” berdasarkan harga jual di pasaran dengan indeks 0 hingga 9. Mobil-mobil yang berada di bawah indeks 3 diklasifikasikan sebagai poor, di antara 3.00 – 3.99 diberi label moderate, dan di atas 3.99 dianggap acceptable. Sudah jelas kan sekarang kenapa Datsun Go meraih predikat poor?

Tata Vista juga menjadi salah satu mobil denganindeks poor menurut Automobile Association di Afrika Selatan (Foto: Indianautosblog)
Tata Vista juga menjadi salah satu mobil denganindeks poor menurut Automobile Association di Afrika Selatan (Foto: Indianautosblog)

Melalui laporan ini, Automobile Association berharap konsumen mobil di negaranya mulai memperhatikan fitur keselamatan pada saat ingin membeli suatu mobil daripada sekedar tergoda oleh harganya yang murah. Nah, jika Afrika Selatan saja sudah mulai sadar diri, Indonesia kapan ya?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY