Hyundai Stop Produksi Gara-Gara Karyawan Mogok Kerja

Hyundai Stop Produksi Gara-Gara Karyawan Mogok Kerja

402
0
BERBAGI

Beberapa hari lalu baru diberitakan tentang berhentinya produksi mobil di pabrik VW karena kerusakan mesin produksi, kali ini keluar berita tentang berhentinya produksi mobil Hyundai karena aksi mogok kerja yang dilakukan oleh karyawannya. Puluhan ribu karyawan Hyundai Motor Korea Selatan mogok kerja pada Senin, 26 September 2016. Ini merupakan aksi pertama dalam lebih dari satu dekade setelah negosiasi kenaikan gaji terhenti. Para karyawan mengancam akan melanjutkan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi manajemen Hyundai.

Aksi yang melibatkan kurang lebih 50.000 karyawan tersebut menyebabkan tiga pabrik Hyundai di Korea Selatan lumpuh, termasuk pabrik pusatnya di kota Ulsan. Tuntutan terbaru dari para pekerja meliputi kenaikan gaji 7,2 persen serta bonus untuk karyawan yang secara total bernilai 30 persen dari laba bersih tahun lalu.

Saham Turun, Pemasukan Terancam

Pemogokan pekerja Hyundai Motor Co ini jelas mengancam kinerja keuangan perusahaan otomotif itu. Pemogokan itu menyebabkan saham Hyundai jatuh 1,4 persen menjadi 140 ribu won di Bursa Saham Seoul pada Senin pagi. Manajemen Hyundai pun menyatakan kekecewaannya atas pemogokan itu. “Meski kecewa, kami masih berupaya menyelesaikan masalah ini dengan serikat pekerja,” kata manajemen Hyundai.

Shipyard di Plant Hyundai kota Ulsan (foto : businesskorea.co.kr)
Shipyard di Plant Hyundai kota Ulsan (foto : businesskorea.co.kr)

Selain menyebabkan anjloknya harga saham, pemogokan yang dipimpin Ketua Serikat Pekerja Hyundai ini juga menyebabkan terhentinya produksi 114 ribu mobil dan menyebabkan kerugian hingga US$ 2,2 miliar (Rp 28,6 triliun). Aksi mogok tersebut tentu saja mengundang keprihatinan dari pemerintah, karena akan sangat berpengaruh dengan meruginya nilai Ekspor. Melalui Menteri Perdagangan Joo Hyung-hwan, pemerintah Korea Selatan mendesak Hyundai untuk menyelesaikan sengketa tersebut.

Banyak Penyebab

Selain persoalan gaji, aksi tersebut dipicu pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah pekerja sejak Juli. Padahal pabrik Hyundai di Korea Selatan adalah basis produksi manufaktur terbesar, yang membuat 40 persen produknya secara global, dan bersama Kia menjadi industri otomotif terbesar kelima di dunia.

penjualan di China yang mengalami penurunan juga mempengaruhi pemasukan Hyundai (foto : metalworkingworldmagazine.com)
penjualan di China yang mengalami penurunan juga mempengaruhi pemasukan Hyundai (foto : metalworkingworldmagazine.com)

Keberatan Hyundai menaikkan gaji karyawan ini sepertinya diakibatkan karena perubahan nilai tukar uang dan penurunan penjualan di sejumlah pasar termasuk China, hingga beberapa tahun terakhir ini Hyundai mengalami kesulitan. Keuntungan Hyundai dikabarkan anjlok selama 10 tri wulan berturut-turut, termasuk dalam dua tri wulan pertama tahun ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY