Renault-Nissan Alliance Gandeng Microsoft Kembangkan Teknologi Connected Drive Terbaru

Renault-Nissan Alliance Gandeng Microsoft Kembangkan Teknologi Connected Drive Terbaru

328
0
BERBAGI
(foto : digitaltrends.com)

Renault-Nissan Alliance dikabarkan telah menandatangani kontrak global baru dengan perusahaan teknologi Microsoft. Mereka akan bekerja sama untuk mengembangkan generasi terbaru layanan connected drive pada kendaraan yang ditenagai oleh Microsoft Azure, yaitu sebuah produk layanan berbasis cloud yang sangat pintar. Layanan baru tersebut akan bisa meningkatkan driver experience melalui navigasi yang lebih canggih, prediksi perawatan dan kebutuhan akan servis kendaraan, memonitor fitur-fitur mobil secara jarak jauh, dan pengalaman mobilisasi eksternal dan update yang bisa dilakukan melalui jaringan nirkabel.

“Hubungan manusia dengan mobilnya kini telah jauh meningkat, lebih pintar, dan lebih personal. Menjalin kerja sama dengan Microsoft memungkinkan kami untuk mempercepat peningkatan dari pengembangan teknologi kunci terasosiasi yang dibutuhkan untuk menghasilkan skenario sesuai keinginan pelanggan kami dan membuat sesuatu yang baru yang belum pernah mereka bayangkan. Tujuan kami untuk menjadi penyedia mobilitas terkoneksi untuk semua orang dengan hanya satu platform global,” kata Ogi Redzic selaku senior Vice President, Connected Vehicles and Mobility Services dari Renault-Nissan Alliance.

Sistem Keamanan Tingkat Tinggi

Pemilihan Microsoft Azure dilakukan karena keamanannya yang bagus dan mendukung sejumlah sistem operasi, bahasa pemrograman dan tools, sehingga menyediakan fleksibilitas dan pilihan untuk membangun platform umum untuk Renault-Nissan untuk meningkatkan layanan pada masing-masing brand dari keduanya.

(foto : opptrends.com)
Ogi Redzic : Vice Presdent, Connected Vehicles and Mobility Services Renault-Nissan Alliance (foto : opptrends.com)

Kerjasama ini juga membuat sistem yang bisa dijadikan sebagai sarana pembayaran otomatis seperti membayar tol maupun parkir, bahkan dapat digunakan untuk melindungi kendaraan dengan cara melacak melalui piranti lunak apabila mobil dicuri serta mematikan fungsi kendaraan dari jarak jauh (padahal seperti yang kita tahu, alat ini sudah banyak beredar dan banyak dipakai oleh para pengusaha rental mobil, tetapi memang bukan fitur bawaan mobil). Selain itu, dengan meningkatnya konektivitas, pengguna juga memiliki keleluasaan akses untuk mengetahui diagnosa servis kendaraan dan memudahkan bagi para teknisi untuk tetap menjaga kendaraan tetap prima berkat data yang dikumpulkan secara real-usage.

Pengembangan Autonomous Driving

Selain mengembangkan teknologi yang berhubungan dengan konektivitas, aliansi Renault-Nissan juga sedang mengembangkan teknologi Autonomous driving pada mobil-mobil produksi massal dan mainstream yang memiliki harga terjangkau. Melalui hal tersebut, aliansi Renault-Nissan menargetkan untuk mengembangkan teknologi dan fitur konektivitas lebih lanjut untuk mendukung peluncuran lebih dari 10 kendaraan dengan teknologi pengemudi otonom hingga tahun 2020.

Nissan Leaf, prototype mobil otonomos dari Nissan (foto : techstory.in)
Nissan Leaf, prototype mobil otonomos dari Nissan (foto : techstory.in)

Renault-Nissan Alliance berharap, kerja sama dengan Microsoft ini diharapkan akan menghasilkan pusat infotainment dan layanan berbasis lokasi terbaik di kelasnya yang akan memungkinkan pengguna untuk mengamankan data pengaturan mereka dan menjadikan pengendaraan lebih personal untuk nantinya sistem memberikan saran rute terbaik serta navigasi yang jauh lebih baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY