Pengemudi Honda City Tewas Karena Airbag Takata

Pengemudi Honda City Tewas Karena Airbag Takata

439
0
BERBAGI
foto hanya ilustrasi, bukan kejadian yang sebenarnya (sumber : timlo.net)

Airbag Takata memang beberapa tahun belakangan ini menjadi masalah besar pada beberapa merk mobil. Sudah banyak pabrikan yang melakukan recall terkait permasalahan yang ada pada airbag Takata, salah satunya Honda. Belum lama ini, Honda Motor mengonfirmasi kecelakaan yang terjadi di Johor, Malaysia dan melibatkan Honda City. Kecelakaan ini menyebabkan tewasnya pengemudi disebabkan permasalahan pada airbag produksi Takata. Airbag mengembang secara berlebihan saat mobil mengalami kecelakaan disertai dengan lontaran benda logam, kepala pengemudi terkena pecahan benda logam tersebut hingga tewas.

Mobil yang kecelakaan ini adalah keluaran tahun 2009 dan dipastikan sebagai salah satu unit yang seharusnya mendapatkan penggantian inflator airbag lewat program recall yang dibuat oleh Honda Malaysia. Honda Malaysia sendiri memastikan, pada Juni 2015 pihaknya sudah mengumumkan recall. Kasus ini menambah daftar korban tewas akibat cacat pada produk airbag Takata di Malaysia. Tahun ini saja sudah ada empat orang yang tewas di negara itu.

Malas Atau Tidak Paham?

Di Indonesia sendiri, Beberapa waktu lalu PT Honda Prospect Motor (HPM) mengumumkan penarikan kembali mobil untuk perbaikan atau recall akibat permasalahan pada airbag Takata. Jumlah mobil Honda yang terdampak recall di Indonesia tak tanggung-tanggung, yakni mencapai lebih dari 360 ribu unit dari beragam model.

Jonfis Fandy (foto : modifikasiplus.com)
Jonfis Fandy, Marketing and Aftersales Director PT Honda Prospect Motor (foto : modifikasiplus.com)

Marketing and Aftersales Service Director PT HPM Jonfis Fandy mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai cara untuk mendorong konsumen membawa mobil mereka ke dealer untuk dilakukan perbaikan. “Kami terus terang, tolong ingatkan konsumen Honda untuk datang. Kami sudah melakukan banyak hal begitu, ya mulai dari release media, direct email, kontak ke mereka, dan mengumumkan di website, banyak hal yang sudah dilakukan tapi mungkin konsumen belum dengar,” ujar Jonfis. Ia pun meminta kesadaran konsumen untuk mendukung program recall. Langkah ini dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban. “Mudah-mudahan jangan (korban Jiwa), makanya kami terus bicara. Recall sudah dilakukan dua tahun ini saja, responnya masih kurang. Kalau dipersentese, sudah plus-minus 15 persen,” tambah dia.

jangan malas datang ke dealer jika mendapatkan recall, semua demi keselamatan dan kenyamanan anda sendiri (foto : carandriver.com)
jangan malas datang ke dealer jika mendapatkan recall, semua demi keselamatan dan kenyamanan anda sendiri (foto : carandriver.com)

Sebagai media, pernyataan Jonfis Fandy ini kami benarkan. Karena selama ini para pabrikan yang membuat program recall pasti selalu membuat sosialisasi besar-besaran, dan melalui banyak media. Kami pun sebagai media selalu berusaha untuk membantu sosialisasi ini, salah satunya dengan menulis berita. Tetapi kami heran, sebenarnya konsumen mobil di Indonesia ini memang tidak tahu, tidak paham, atau hanya malas saja datang ke dealer untuk melakukan perbaikan? Toh fasilitas perbaikan yang diberikan pun gratis, tidak dipungut biaya apapun.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY