Cara Membaca Kode Batas Kecepatan pada Ban Mobil Anda

Cara Membaca Kode Batas Kecepatan pada Ban Mobil Anda

547
0
BERBAGI
hal yang paling mudah adalah memperhatikan alur ban, jika masih dalam maka aman, tetapi jika sudah gundul segeralah ganti (foto : autoexpress)

Sebagai pengguna kendaraan, kadang kita tutup mata dengan spesifikasi ban yang kita pakai. Kita kadang tidak tahu apakah ban yang kita pakai ini spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan berkendara atau tidak. Hal yang lebih buruk lagi adalah masih banyak dari kita yang tidak tahu bahwa ban memiliki kemampuan sesuai dengan batas kecepatan atau diistilahkan speed index. 

Pada ban dipakai untuk kebutuhan harian atau on-road, speed index dapat dilihat pada dinding ban, biasanya berupa kode. Dari situ juga dapat disimpulkan bagaimana kualitas ban yang anda pakai. Mengenai kualistas ban, semua itu akan bergantung terhadap performace requirement dari ban masing-masing. Semua ban punya ukuran berbeda-beda, untuk mobil yang berbeda-beda, dengan tujuan penggunaan yang berbeda-beda, dan kondisi jalan berbeda.

Beda Alur, Beda Fungsi

Alur pada ban on-road biasa ada dua jenis, alur simeteris dan asimetris, ini menyesuaikan dengan speed index tersebut. Semakin tinggi angka speed index-nya, pembentukan alur ban tentu saja harus disesuaikan dengan performa yang harus dihantarkan dari mesin ke aspal oleh ban itu. Biasanya, ban yang memiliki speed index rendah maka akan berpola simetris, sebaliknya kalau ban memiliki speed index yang tinggi biasanya akan mempunyai pola alur asimetris.

berbeda dengan ban harian, ban balap biasanya tidak memiliki alur atau biasa disebut ban slick (foto : theautochannel.com)
berbeda dengan ban harian, ban balap biasanya tidak memiliki alur atau biasa disebut ban slick (foto : theautochannel.com)

Tentu berbagai jenis ban tersebut juga akan memiliki fungsi yang berbeda-beda. Misanya, ban untuk kendaraan jenis MPV biasanya memakai kode speed indeks ‘H’, itu berarti ban ini memiliki kemampuan untuk batas kecepatan maksimal 210 kilometer per jam. Jika anda menggunakannya melebihi kecepatan itu, maka bisa berisiko fatal.

selain memeiliki speed index, ban juga memiliki load index, yaitu beban maksimal yang dikperbolehkan (foto : informasiotomotif.com)
selain memeiliki speed index, ban juga memiliki load index, yaitu beban maksimal yang dikperbolehkan (foto : informasiotomotif.com)

Untuk mengetahui batas kemampuan kecepatan ban anda, berikut ini adalah daftar kode speed index yang umumnya dipakai oleh pabrikan : J (100 km/jam), K (110 km/jam), L (120 km/jam), M (130 km/jam), N (140 km/jam), P (150 km/jam), Q (160 km/jam), R (170 km/jam), S (180 km/jam), T (190 km/jam), U (200 km/jam), H (210 km/jam), V (270 km/jam), W (300 km/jam), Y (300 km/jam), VR (>210 km/jam), dan ZR (>240 km/jam).

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY