Suzuki dan Toyota Bangun Kerjasama Kembangkan Divisi Research & Development

Suzuki dan Toyota Bangun Kerjasama Kembangkan Divisi Research & Development

315
0
BERBAGI
(foto : kapamilya.com)

Beberapa hari yang lalu, Toyota dan Suzuki mengumumkan kesepakatan untuk bekerjasama mengembangkan divisi Research and Development (R&D) demi menghadapi persaingan di industri otomotif yang semakin meningkat. Di dunia otomotif, kerjasama semacam ini bukanlah yang pertama kali, contoh kerjasama serupa yang pernah terjadi adalah antara Renault-Nissan-Mitsubishi, Volkswagen Group, juga FCA (Fiat Chrysler Automobiles).

Kerjasama semacam ini biasanya bertujuan untuk saling mengembangkan teknologi pada mobil agar dapat bersaing di dalam industri otomotif dunia yang semakin berkembang. Para pelaku industri tidak bisa berdiam diri dengan mempertahankan industri mobil konvensional, karena pasar terus menuntut para produsen kendaraan untuk terus berinovasi. Teknologi masa depan, isu-isu tentang keselamatan lingkungan, keamaan berkendara, dan dunia teknologi informasi adalah beberapa hal yang harus terus dikembangkan oleh para produsen kendaraan. Karena itulah kerjasama atau aliansi antara beberapa perusahaan sangat diperlukan agar bisa mengejar ketertinggalannya.

Suzuki Punya Pasar di Negara Berkembang, Toyota Punya Teknologi

Kerjasama kedua perusahaan ini tentu saja sudah melewati pertimbangan antara kelebihan dan kekurangan antar kedua perusahaan. Masing-masing perusahaan tentu saja saling mengincar kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh partnernya. Suzuki, seperti yang sudah kita tahu memiliki kekuatan di negara-negara berkembang dengan fokusnya kepada kendaraan kecil. Daya saing Suzuki di negara-negara berkembang pun semakin meningkat, seiring dengan kemampuan Suzuki dalam melakukan penciptaan kendaraan kecil dengan harga yang kompetitif.

Akio Toyoda dan Osamu Suzuki saat mengumumkan kerjasamanya kepada media (foto : csmonitor.com)
Akio Toyoda dan Osamu Suzuki saat mengumumkan kerjasamanya kepada media (foto : csmonitor.com)

Lalu bagaimana dengan Toyota? Kita juga sama-sama tahu bahwa Toyota sudah mendahului Suzuki dalam pengembangan teknologi. Toyota sudah lebih dulu mengembangkan teknologi maju seperti mobil hidrogen dan mobil listrik, tetapi sayangnya Toyota masih belum terlalu hebat dalam membuat sebuah aliansi. “Biasanya, Toyota selalu berusaha sendiri untuk memperbaiki dan membuat semua hal yang dibutuhkan. Namun karena iklim industri saat ini juga sudah berubah, mau tak mau kami harus merespon (kerjasama –red) jika ingin terus bersaing,” jelas Akio Toyoda, Presiden Toyota Motor Corporation.

Arah Kerjasama Belum Jelas

Lalu, setelah Toyota dan Suzuki berafiliasi, sebenarnya kemanakah arah kerjasamanya akan bermuara? Memang belum jelas, karena hingga saat ini pun Toyota dan Suzuki masih menutup informasinya. Tetapi yang jelas, keduanya memang bekerja sama untuk memperkuat divisi R&D-nya. Bahkan Toyota dan Suzuki pun malah membuka kesempatan bagi perusahaan lain yang ingin bergabung untuk turut bekerjasama dengan mereka.

sebenarnya kerjasama ini akan menghasilkan apa? belum ada yang tahu (foto : financial times)
sebenarnya kerjasama ini akan menghasilkan apa? belum ada yang tahu (foto : financial times)

Kerjasama ini memang sedikit agak misterius, dan menyebabkan kita memiliki banyak pertanyaan. Toyota memang memiliki teknologi yang saat ini jauh lebih maju dari Suzuki, tetapi Suzuki disebut memiliki infrastruktur yang tersebar. Teknologi Toyota yang maju ini membuat harga mobilnya semakin mahal, sebaliknya, Suzuki menguasai pasar mobil kecil dan mobil ramah lingkungan dengan harga yang murah di beberapa negara berkembang. Lalu sebenarnya, kerjasama ini pada akhirnya akan menghasilkan apa? Hmmm… Kita tunggu saja kelanjutannya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY