Mesin Kecil Ternyata Lebih Berpolusi, Kok Bisa?

Mesin Kecil Ternyata Lebih Berpolusi, Kok Bisa?

1314
0
BERBAGI
Ilustrasi mesin berkapasitas kecil 3-silinder (Foto: Autoevolution)

Belakangan ini, kita banyak menjumpai mobil bertenaga besar namun dengan kapasitas mesin yang kecil. Selain menjadi tren, downsizing atau menurunkan kapasitas mesin mobil dianggap memiliki banyak keuntungan seperti pajak yang lebih murah maupun efisiensi dari konsumsi bahan bakar. Urusan tenaga bisa ditingkatkan dengan menambahkan perangkat turbo kepada mesin tersebut.

Meski begitu, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mesin berkapasitas kecil ternyata juga punya dampak buruk terutama bagi lingkungan. Dampak yang dimaksud adalah emisi dari mesin tersebut yang ternyata justru lebih tinggi daripada mesin dengan kapasitas yang lebih besar. Bagaimana bisa?

Tiga Automaker Akan Berhenti Produksi Mesin Kecil

Melalui penelitian tersebut, tiga produsen otomotif ternama seperti Renault, General Motors dan Volkswagen bahkan berencana untuk segera mengakhiri produksi mobil dengan kapasitas mesin kecil, terutama yang berkonfigurasi tiga-silinder.

Lalu lintas yang penuh polusi karena emisi gas buang tinggi (Foto: Huffington post)
Lalu lintas yang penuh polusi karena emisi gas buang tinggi (Foto: Huffington post)

Renault memberi contoh melalui mesin 900 cc miliknya. Menurut Renault, pihaknya menyuntikkan bahan bakar lebih untuk mengindari mesin mengalami overheat. Sayangnya, ini justru mengakibatkan hidrokarbon, partikel halus dan karbon monoksida tidak terbakar sempurna sehingga menghasilkan tingkat emisi yang tinggi.

Mesin diesel VW memiliki emisi 40% lebih tinggi dari yang diperbolehkan
Ilustrasi mesin diesel VW  (Foto: VW)

Atas hal ini, para produsen lain juga berniat untuk mulai melakukan peningkatan kapasitas mesin kecilnya hingga tiga tahun kedepan. Sebagai contohnya, VW akan mengganti mesin 1.200 cc miliknya menjadi 1.500 cc dan mesin 1.400 cc diesel tiga silinder diganti menjadi mesin 1.600 cc diesel. Melalui kasus ini, nampaknya para produsen otomotif tak lagi memaksimalkan mesin berkapasitas kecil untuk meningkatkan konsumsi BBM dan beralih kepada mesin hybrid atau listrik.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY