Perkara Transmisi, Innova dan Fortuner Tidak Perlu Recall

Perkara Transmisi, Innova dan Fortuner Tidak Perlu Recall

1473
0
BERBAGI
(Foto : Autobild)

Keluhan para pengguna Fortuner dan Innova terbaru beberapa waktu yang lalu tentang transmisi matic yang dirasa kurang nyaman akhirnya mendapat jawaban dari Toyota Astra Motor. Walaupun sudah mendengar keluhan ini sejak beberapa waktu yang lalu, tetapi pihak Toyota Astra Motor mengaku tidak perlu melakukan recall atau perbaikan.

Masalah ini pertama kali muncul ke permukaan sejak beberapa pengguna Innova dan Fortuner yang menggunakan transmisi matic berkode AWR6B45 mengeluhkan tentang adanya hentakan saat tuas dari P ke R. Para pengguna ini merasa tidak nyaman dengan adanya hentakan ini, oleh karena itu komunitas pengguna Fortuner dan Innova terbaru menggelar jumpa pers untuk menyatakan keluhan mereka, kemudian pada lain hari pihak Toyota Astra Motor memfasilitasi pertemuan untuk mendengar keluhan para pengguna.

Tidak Perlu Recal

Henry Tanoto, sebagai perwakilan pihak Toyota Astra Motor akhirnya menjawab bahwa masalah itu bukanlah suatu bentuk kerusakan, jadi pihak Toyota Astra Motor pun merasa tidak perlu melakukan recall terhadap Fortuner dan Innova terbaru. “Tidak perlu recall, karena tidak ada unsur safety maupun kualitas yang terkait. Ini hanya masalah edukasi saja pada pengguna agar ketika digunakan bisa tetap nyaman,” begitu pernyataan resmi dari Henry.

All New Kijang Innova (foto : toyota.astra.co.id)
All New Kijang Innova (foto : toyota.astra.co.id)

Henry juga mengatakan bahwa suara dan hentakan yang muncul adalah akibat dari kesalahan penggunaan, bukan buruknya kualitas transmisi atau kerusakan transmisi. Henry juga menjelaskan bahwa suara yang menghentak ketika memindah tuas dari P ke R atau sebaliknya adalah bagian dari safety. 

All New Fortuner
All New Fortuner (foto : toyota.astra.co.id)

Safety yang dimaksud oleh Henry adalah penguncian pada saat masuk ke P dan pindah dari P dibuat lebih kuat untuk mendukung bobot kendaraan yang memang lebih berat, Henry juga menambahkan bahwa timbulnya hentakan ini hanya terjadi pada beberapa kondisi saja. Beberapa kondisi yang dimaksud misalnya, parkir di jalan yang terlalu miring, dan perpindahan tuas yang dilakukan terlalu cepat atau terburu-buru. hentakan itu bisa dihindari jika pengemudi menarik tuas rem parkir terlebih dahulu sebelum memindah tuas persneling.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY