Hampir Terguling, Toyota Hilux Terbaru Gagal dalam Moose Test

Hampir Terguling, Toyota Hilux Terbaru Gagal dalam Moose Test

1486
0
BERBAGI
(sumber : teknikens varld)

Sebuah media otomotif asal Swedia belum lama ini melakukan pengujian terhadap beberapa mobil pick-up double cabin terbaru, Mitsubishi Triton, Isuzu D-Max, Nissan Navara, Volkswagen Amarok, Ford Ranger, dan pick-up yang menjadi favorit di Australia, Toyota Hilux. Media Otomotif yang bernama Teknikens Varld ini melakukan pengujian bernama Moose Test. Nama pengujiannya memang terdengar asing bagi kita, pengujian seperti apakah itu?

Seperti namanya, Moose Test adalah metode pengujian yang dilakukan dengan meniru atau mensimulasikan gerakan mobil saat menghindari rusa (moose) di jalan. Caranya adalah dengan memacu kendaraan pada kecepatan 60 km/jam, dan pengemudi akan membanting setirnya ke kiri lalu ke kanan. Pick-up tidak diuji dalam keadaan kosong, tetapi diberi muatan seberat 830 kg dan 2 orang penumpang termasuk pengemudi. Test itu akan menguji kemampuan kendaraan untuk bermanuver ekstrim.

Hilux Hampir Terguling

Semua kendaraan yang menjalani pengujian ini tidak mengalami kendala yang berarti. Jika dilihat dari Video yang diunggah ke Youtube.com, semuanya terlihat stabil dan aman-aman saja, kecuali Toyota Hilux terbaru. Hilux yang diuji membawa beban 830 kg dan menggunakan ban 18 inci 265/60 ini terlihat sangat mengkhawatirkan, bagaimana tidak, saat pengemudi melakukan manuver, kedua ban Hilux yang sebelah kanan sampai terangkat. Kendaraan lain tidak ada yang mengalami hal seperti ini.

Volkswagen Amarok yang juga mengikuti Moose Test. Aman. (sumber : teknikens varld)
Volkswagen Amarok yang juga mengikuti Moose Test. Aman. (sumber : teknikens varld)

Pengujian Hilux kembali dilakukan dengan menggunakan unit lainnya yang menggunakan pelek 17 inci, dan hasilnya? Sama saja. Kedua ban sebelah kanan tetap terangkat, walaupun tidak setinggi unit satunya yang memakai velg 18 inci. Kedua unit Hilux yang melewati pengujian memiliki fitur traction control, tetapi masalahnya Hilux tidak punya sistem anti-rollover.

Hasil pengujian ini kemudian dilaporkan kepada pihak Toyota Swedia yang diterima oleh Bengt Dalstrom selaku General Manager Exrternal Affairs/PR. Bengt Dalstrom pun menjawab bahwa Hilux yang sudah melakukan segala pengujian saat proses pengembangan adalah kendaraan yang aman, tetapi hasil Moose Test ini pun tetap akan ditanggapi dengan serius oleh Toyota. Tetapi sangat mengherankan bahwa kejadian seperti ini juga terjadi 9 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2007. Hilux yang waktu itu menjalani Moose Test juga mengalami hal yang sama, hampir terbalik! Jadi selama 9 tahun ini apakah Toyota benar-benar melakukan pengembangan dan perbaikan pada Hilux?

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY