Kontes Mobil Hemat Energi Digelar di Prambanan

Kontes Mobil Hemat Energi Digelar di Prambanan

571
0
BERBAGI
(sumber : kmhe2016.ugm.ac.id)

Kontes tahunan mobil hemat energi yang diadakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia untuk para mahasiswa di Indonesia tahun ini diadakan di Yogyakarta. Universitas Gadjah Mada yang ditunjuk menjadi tuan rumah kali ini menjadikan areal candi Prambanan sebagai venue perlombaan yang sudah dimulai pada tanggal 1 November 2016 kemarin dan akan berlangsung hingga 4 November 2016 mendatang. Kontes ini diikuti sebanyak 60 unit prototipe mobil hemat energi yang dikirim oleh 38 universitas se-Indonesia.

Ketua Pelaksana KMHE 2016 Dr. Adhika Widyaparaga mengatakan bahwa selain berisi kompetisi antar peserta, acara ini juga akan berisi banyak atraksi dan hiburan menarik untuk mendukung unsur-unsur acara ini yaitu teknologi, pendidikan, dan kebudayaan yang dibalut tema besar ‘Memayu Hayuning Bawono’. Adhika mengatakan, “Akan menjadi surprise karena kawasan cagar budaya akan disulap menjadi trek bagi mobil berlomba,” saat menggelar jumpa pers pada hari Senin 31 Oktober 2016.

Dua Kelas yang Diperlombakan

Ada dua kelas yang diperlombakan dalam kontes ini, kelas prototipe dan kelas urban. Penilaian pada kategori prototipe berdasar pada efiensi bahan bakar dan hasil emisi yang ramah lingkungan. Pada kelas ini, mobil-mobil yang diperlombakan rata-rata berbentuk kecil dan ramping, memiliki bobot maksimal 200 Kg untuk meringankan beban mesin sehingga bisa mencapai efisiensi bahan bakar yang maksimal. Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah merebut gelar juara pada kelas ini dengan hasil konsumsi 1 liter bahan bakar untuk 280 kilometer.

tim semar yang menjuarai kontes tahun lalu (foto : ugm.ac.id)
tim semar dari UGM yang menjuarai kontes tahun lalu (foto : ugm.ac.id)

Sedangkan pada kategori urban lebih memperhitungkan tampilan, mana yang lebih mirip pada mobil umumnya. Walaupun berukuran jauh lebih kecil, tetapi mobil-mobil ini dibuat semirip mungkin dengan mobil yang banyak dipakai di jalanan, begitu juga dengan interiornya. Salah satu faktor penilaiannya adalah soal safety pengendara. Perkara jarak tempuh dan konsumsi bahan bakar tidak menjadi prioritas utama dalam kontes model urban. Bahan bakar atau penggerak yang digunakan oleh seluruh kontestan ada empat jenis, yakni bensin, ethanol, diesel, dan listrik.

Ajang Penelitian

Acara yang digelar tiap tahun ini difungsikan sebagai ajang pengembangan pengetahuan dan penelitian di bidang otomotif. Wakil Ketua Pelaksana KMHE 2016 Akmal irfan Majid, M.Eng. mengatakan bahwa ini merupakan wadah mahasiswa untuk berkreasi dan mengadu ilmu yang telah diterima. “Manfaatnya, kontes ini merupakan bentuk kontribusi akademisi dalam sisi teknologi penghematan energi, tidak hanya di bidang otomotif,” tambah Akmal. Ia menjelaskan, teknologi yang digunakan sebagai mesin mobil bisa diimplementasi lagi di bidang lain di luar otomotif.

beberapa mobil kontestan yang dilombakan (foto : okezone.com)
beberapa mobil kontestan yang dilombakan (foto : okezone.com)

Lomba ini menilai seberapa hebat mesin-mesin yang dirancang dapat memberikan efisiensi terhadap bahan bakar yang digunakan. “Hilirisasinya ya sejauh mana dukungan masyarakat dan pemerintah, ya semisal membeli atau menggunakan prototipe maupun mesin hemat energi yang telah dikompetisikan,” tutup Akmal.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY