Meski Dinilai Merugikan Perusahaan, Tata Tetap Produksi Nano

Meski Dinilai Merugikan Perusahaan, Tata Tetap Produksi Nano

930
0
BERBAGI
Ratan Tata bersama Tata Nano (Foto: Zigwheels)

Masih segar di ingatan kita tentang rumor Tata Nano yang dijual seharga Rp 24 juta di Indonesia beberapa waktu lalu. Berita menghebohkan itu viral tersebar di jejaring sosial Facebook dengan menampilkan foto Tata Nano beserta rincian harga dan skema kredit yang bisa dipilih.

Belakangan kita ketahui bahwa berita itu tidak benar setelah Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) memberikan bantahan dan menyatakan masih belum ada rencana untuk memasukkan Tata Nano ke Indonesia. Kini, belum sempat mobil murah itu masuk Indonesia, telah muncul kontroversi baru terkait Tata Nano. Kontroversi apakah itu?

Merugi, Tapi Tetap Diproduksi

Tata Motor selaku produsen mobil ini boleh dibilang mengalami kerugian dengan memproduksi Nano. Pasalnya, Tata Nano diproduksi dengan ongkos yang kian tinggi dan sudah di atas 100 ribu Rupee (sekitar USD 1.497). Secara bisnis, ini tentu merugikan karena mobil perkotaan ini dijual dengan harga USD 1.500 atau sekitar Rp 20 juta (kurs USD 1 = Rp 13.065).

Inilah foto Tata Nano 'murah' yang menggemparkan itu (Foto: Facebook Daiishi Enza)
Inilah foto Tata Nano ‘murah’ yang menggemparkan beberapa bulan lalu (Foto: Facebook Daiishi Enza)

Masalahnya, pihak Tata berkeras untuk melanjutkan produksi Nano. Ratan Tata sebagai salah satu anggota keluarga dari pemilik Tata Sons mengambil kendali perusahaan sebagai respon dari ketidaksetujuan para pejabat lama yang ingin agar Tata menghentikan produksi Nano. Buntutnya, Cyrus Mistry sebagai salah satu petinggi Tata Sons pun didepak dari perusahaan dan memicu pertentangan di internal Tata.

Penjualan Juga Menurun

Mengapa Ratan Tata masih ingin memproduksi Nano? Menilik data penjualan, Tata Nano mengalami penurunan penjualan lebih dari 60 persen menjadi hanya 4.459 unit selama enam bulan pertama di tahun fiskal yang dimulai April 2016. Secara logis, sebaiknya memang Tata menghentikan produksi dan penjualan Nano ketimbang menanggung rugi.

Ratan Tata menginginkan Nano tetap diproduksi. Kenapa ya? (foto: awesomeindia)
Ratan Tata menginginkan Nano tetap diproduksi. Kenapa ya? (foto: awesomeindia)

Kelompok yang ingin Tata Nano berhenti diproduksi pun mengatakan bahwa perusahaan sebaiknya mengalihkan fokus untuk membuat produk baru yang lebih diminati ketimbang memilih untuk mempertahankan Nano yang sudah pasti merugikan. Apa pendapat Anda mengenai hal ini? Silahkan sampaikan di kolom komentar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY