Menanggung Kerugian Besar, Takata Hampir Bangkrut

Menanggung Kerugian Besar, Takata Hampir Bangkrut

1014
0
BERBAGI
Takata membuat produsen mobil pemakai komponennya terseret kasus (Foto: IBtimes)

Setelah ditimpa kasus recall yang bertubi-tubi, perusahaan pembuat suku cadang asal Jepang, Takata Corp saat ini sedang didera krisis parah. Kasus recall ini dialami oleh mobil-mobil yang menggunakan produk airbag Takata yang ternyata cacat produksi.

Kasus ini jelas berdampak besar pada industri otomotif dunia, karena Takata termasuk dalam tiga perusahaan terbesar penyedia airbag untuk merk-merk mobil ternama. bersama dua perusahaan airbag lainnya, yakni Autoliv dan TRW Automotive Holding Corp, Takata bisa mendapatkan 75 persen pasar perangkat airbag.

Mengajukan Bangkrut

Akibat kasus ini, pihak internal Takata Corp sendiri saat ini sedang mempertimbangkan kemungkinan pengajuan kepailitan karena program recall ini jelas sudah menguras habis dana perusahaan. Menurut beberapa sumber, pengajuan kebangkrutan ini akan dilakukan di Amerika Serikat (AS), walaupun memang hal ini belum pasti.

Mantan Chief Executive Officer (CEO) Takata Shigehisa Takada  saat mengumumkan pengunduran dirinya beberapa waktu lalu (Foto: USnews)
Para petinggi Takata dalam sebuah konferensi pers beberapa waktu lalu (Foto: USnews)

Sebagai pengingat, Takata Corp bertanggung jawab terhadap recall 84 juta mobil yang beredar di AS, Kanada, dan Jepang. Belum termasuk negara-negara lain yang mencoba mempdanakan Takata akibat kesalahannya.

Masih Mencoba Bangkit

Banyak media yang juga memberitakan bahwa Takata saat ini juga sedang berusaha bangkit dengan mengajukan permintaan dana talangan melalui program yang disebut Chapter 11.  Apa itu Chapter 11? Penjelasan singkatnya, Chapter 11 adalah bantuan dari pemerintah untuk perusahaan yang terancam pailit, tapi masih memiliki prospek untuk kembali bangkit. Oleg karena itulah Chapter 11 juga disebut dengan bankruptcy protection. Walau Takata sedang berusaha berdiri kembali, tetapi sepertinya para pabrikan besar sudah tidak percaya lagi dengan Takata, Honda dan Toyota contohnya, mereka malah justru mendukung kebangkrutan Takata.

selain airbag, Takata juga memproduksi alat-alat pendukung keselamatan lainnya seperti seat belt untuk keperluan balap (foto : raceseat4u.co.uk)
selain airbag, Takata juga memproduksi alat-alat pendukung keselamatan lainnya seperti seat belt untuk keperluan balap (foto : raceseat4u.co.uk)

Menurut berita yang tayang di USA Today, Takata tidak berkomentar langsung terkait dengan isu ini. Namun mereka justru mengatakan bahwa semua yang dilakukan adalah usaha terbaik yang bisa dilakukan untuk seluruh pemangku kepentingan. “Sementara upaya itu sedang berlangsung, Takata terus beroperasi normal untuk memenuhi kewajiban kami secara tepat waktu,” tulis pernyataan resmi mereka.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY