Boleh Ganti Ban Standar Mobil Anda, Asal Perhatikan Beberapa Hal Berikut

Boleh Ganti Ban Standar Mobil Anda, Asal Perhatikan Beberapa Hal Berikut

823
0
BERBAGI
(foto : theautochannel.com)

Ban adalah satu-satunya bidang pada mobil anda yang bersentuhan langsung dengan aspal di jalanan. Hal ini menjadikan ban sebagai piranti yang sangat penting pada kendaraan anda, jadi sebaiknya anda memberikan perhatian lebih kepada ban kendaraan anda. Banyak pengguna mobil yang melakukan penggantian ban standar bawaan mobil dengan alasan penampilan. Sebenarnya, hal ini sedikit salah karena sebenarnya pabrikan sudah memperhitungkan tekanan angin, bobot kendaraan, profil ban, dan lain sebagainya, jadi ban baru yang dipasang memang belum tentu cocok dengan kendaraan anda.

Tetapi walau begitu, penggantian ban dengan merk lain dan ukuran yang berbeda tetap bisa dilakukan, asal pemilik mobil tetap memperhatikan beberapa hal penting, salah satunya adalah peningkatan ukuran. Misalnya ban standar mobil anda adalah ring 14, anda tidak bisa lalu menggantinya dengan ukuran 18 inchi. Karena selain tidak nyaman, pasti akan ada efek samping untuk mobil anda. Salah satu efek sampingnya adalah hitungan odometer yang kacau karena berubahnya ukuran ban secara drastis, begitu juga dengan konsumsi bahan bakar, dan jarak pengereman yang berbeda.

Membaca Kode pada Ban

Informasi tentang ban mobil anda atau ban yang akan anda pasang terdapat pada sidewall ban. Informasi tersebut berupa kode-kode tertentu yang bagi orang awam memang sulit untuk dipahami. Kode tersebut berisi kode produksi, ukuran ban, kemampuan ban menahan beban, kecepatan maksimal yang bisa ditanggung oleh ban. Misalnya, kode 235/45 R18, 235 adalah ukuran tapak ban dalam satuan milimeter (mm), 45 adalah aspek rasio, artinya ban 45 persen dari tapak ban 235 mm. Lalu huruf R berarti ban radial yang biasanya lebih nyaman dan stabil, dan angka 18 adalah ukuran diameter pelek, dalam satuan inci.

kode ukuran pada ban mobil (foto : mobilku.org)
kode ukuran pada ban mobil (foto : mobilku.org)

Lalu setelah kode ukuran di atas, akan ada lagi kode lainnya. Misalnya di ban tertera angka 98 W, itu adalah kode untuk load index dan indeks kecepatan. 98 adalah kode bahwa ban tersebut bisa menahan beban hingga 750 kg, sedangkan huruf W berarti batas maksimal kecepatan ban tersebut adalah 270 km/jam. Selain itu juga terdapat angka tekanan angin maksimal yang direkomendasikan oleh pabrikan, di bagian lainnya tertera tanggal dan tahun produksi ban itu.

Jangan Sampai Kurang Angin

Setelah memantapkan pilihan ban, selanjutnya tinggal melakukan perawatan pada ban anda agar lebih tetap awet hingga masa pakainya selesai. Salah satu penyakit pada ban yang sering ditemukan adalah ban benjol. Jangan anda sepelekan, karena benjolan ini timbul karena adanya tekanan angin yang tidak sesuai. Hal ini tentu saja bisa membahayakan penggunanya, karena bisa memicu pecah ban. Selain tekanan angin, benjol pada ban juga bisa disebabkan oleh beban berlebihan pada kendaraan. Misalnya, beban maksimal pada ban hanya diperbolehkan 750 kg, tetapi diisi hingga 900 kg atau lebih.

ban mobil yang benjol di samping (foto : modifikasi.com)
ban mobil yang benjol di samping (foto : modifikasi.com)

Paling tidak anda harus cek tekanan angin pada ban mobil anda secara berkala. Karena jika tekanan anginnya berkurang, dinding ban bisa bergerak naik turun mengikuti kontur jalan. Jika dipakai kecepatan tinggi, bisa-bisa benang di dalam karet bannya patah. Jika sudah patah begini, nanti ketika tekanan angin diisi kembali akan menyebabkan benjol. Usahakan selalu mengisi sesuai dengan rekomendasi pabrikan, tidak perlu terlalu keras, jangan juga terlalu empuk.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY