Honda dan Daihatsu Tidak Takut dengan Kehadiran Renault Kwid di Indonesia

Honda dan Daihatsu Tidak Takut dengan Kehadiran Renault Kwid di Indonesia

523
0
BERBAGI
Honda Brio RS (foto: Ototaiment)

Kehadiran Renault Kwid di Indonesia beberapa saat yang lalu cukup membuat ketir-ketir beberapa pabrikan yang memproduksi dan menjual mobil LCGC. Kenapa? Karena Kwid menawarkan harga yang setara dengan mobil LCGC, tetapi memiliki image Eropa yang terkesan mewah. Meski begitu, Honda Prospect Motor (HPM) sebagai distributor merk Honda di Indonesia tidak merasa takut atas kehadiran Renault Kwid.

Honda yang memiliki mobil seharga Rp 100 jutaan menyambut datangnya pesaing baru dari merek Eropa itu. Jonfis Fandy sebagai Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM bertutur bahwa Renault Kwid memang cukup bagus, tetapi mobil seperti itu butuh waktu untuk menjadi besar. “Sebenarnya semakin banyak produk makin baik, kita sebagai APM (Agen Pemegang Merek) tidak bisa mencegah produk baru hadir. Tapi meluncurkan produk itu tidak semudah yang dipikirkan. Wah ini mobil baru diluncurkan, jaringan after sales servisnya harus dikejar juga. Saya rasa sih enggak bisa waktu cepat, mungkin kalau mobilnya bagus sekali dan konsumen tertarik, mungkin perlu waktu supaya jadi besar,” katanya.

Daihatsu Pun Tak Gentar

Selain Honda, salah satu pemain mobil LCGC lainnya adalah Daihatsu. Toh walau begitu, Daihatsu sendiri merasa tidak gentar menghadapi peta persaingan baru dengan Renault Kwid. Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra sendiri memberikan keterangan bahwa persaingan baru ini malah semakin bagus. “Nggak, kami bilang namanya kompetisi bagus buat konsumen, nanti konsumen yang memilih mana yang terbaik buat mereka,” katanya.

Daihatsu kewalahan melayani pasar lokal, itu berarti penjualan Sigra bagus (Foto : Daihatsu Jakarta)
Daihatsu kewalahan melayani pasar lokal, itu berarti penjualan Sigra bagus (Foto : Daihatsu Jakarta)

Masalah penjualan, untuk keadaan seperti sekarang ini saja, PT Astra Daihatsu Motor mengaku kewalahan untuk memenuhi pasar domestik. Pembeli Sigra saat ini harus menunggu selama 1 bulan untuk memilikinya, namun itu hanya untuk tipe-tipe tertentu. PT Astra Daihatsu Motor pun mengakui belum mengeskpor Sigra dengan alasan kewalahan memenuhi kebutuhan domestik. “Belum (ekspor), penuhin pasar domestik saja kalang kabut. Sigra inden sebulan, tergantung tipe sih ada yang ready yang bawah tuh ready tapi yang atas inden,” tutup Amel.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY