Christoph Choi dan Cerita di Balik Porsche 911 Carrera

613
0
BERBAGI

Sebagai sebuah nama besar yang telah malang-melintang di dunia otomotif melalui mobil-mobil legendaris yang dikultuskan oleh para penggilanya, Porsche justru memilih untuk mendobrak batasan tradisinya sendiri melalui kehadiran 911 Carrera terbaru (dikenal juga sebagai 991.2 oleh para die hard fans-nya) yang kini mendapatkan turbocharger.

Kontroversi tersebut sontak menjadi perdebatan di kalangan penggemar mobil ini. Betapa tidak, Menurut para purist-nya, mobil ini tak seharusnya mendapatkan turbo karena 911 Carrera adalah sebuah mobil yang sejak awal mula dikenal dengan mesin Naturally Aspirated. Banyak yang khawatir jika penambahan turbo akan merusak citarasa mobil ini. Menanggapi hal tersebut, Christoph Choi selaku Managing Director Porsche Indonesia angkat bicara dan membeberkan banyak hal menarik pada kami.

Ototaiment (O): Apa yang membuat 911 menjadi salah satu sportscar paling ikonik dari Porsche?

Christoph Choi (C): Porsche sangatlah erat dengan motorsport. Kami memiliki GEN dan DNA yang kuat dalam hal balap. Kami juga telah memenangkan berbagai kejuaraan balap diseluruh dunia. Kami bahkan memulai dengan membuat mobil sport, dan sampai saat ini kami masih menjadi perusahaan yang membuat mobil sport. 

Christoph Choi, Managing Director Porsche Indonesia membeberkan sejumlah cerita di balik 911 Carrera (991.2) (Foto: Ototaiment)
Christoph Choi, Managing Director Porsche Indonesia membeberkan sejumlah cerita di balik 911 Carrera (991.2) (Foto: Ototaiment)

Porsche 911 diperkenalkan pertama kali di ajang Frankfurt Motor show tahun 1963, dan setelah 53 tahun berlalu, mobil ini masih sangat populer dan masih berkeliaran di jalanan. 53 tahun menjadi produk utama Porsche telah menjadikan 911 sangat populer dan dikenal.

O: Apa yang mendasari nomenklatur dari penamaan mobil-mobil di Porsche, khususnya 911?

C: Kami memang memiliki kode model tersendiri untuk setiap generasi 911. Untuk generasi saat ini code modelnya adalah 991, sebelumnya adalah 997, 996 dan seterusnya. Sebenarnya ini adalah nama proyek dari sebuah model 911 yang kami buat untuk masing-masing generasi.

Evolusi Porsche 911 (Foto: Carthrottle)
Evolusi Porsche 911 (Foto: Carthrottle)

Misalnya ketika kami memperkenalkan model 964, nama project yang kami pakai untuk model ini adalah 964, tetapi kami tidak pernah memakai nomor-nomor ini untuk menjadi nama dari sebuah model mobil untuk konsumen. Namanya akan tetap 911. Jadi dari awal nama yang kami pakai adalah 911 dan tidak pernah berubah sampai saat ini. Itu hanyalah kode model yang kami pakai secara internal untuk membedakan setiap generasi.

O: Bagi orang awam, 911 Carrera terbaru (991.2) terlihat sama saja dengan pendahulunya. Bagaimana membedakannya?

C: Di Porsche, kami menganut sebuah filosofi yaitu tradisi dan inovasi, dimana kami berusaha mempertahankan desain asli dari sebuah mobil. Anda bisa lihat kontur desain dan siluet dari 911 terbaru ini tetap menjaga keaslian desain awalnya. Jadi jika Anda membandingkan 911 terbaru dengan 911 generasi pertamanya, maka bahasa desainnya akan terlihat sangat mirip. Jadi dari jauh pun Anda sudah bisa melihat bahwa itu adalah sebuah Porsche 911. Itulah tradisi yang tetap kami jaga. Namun, kami juga selalu menambahkan inovasi inovasi baru yang kami kembangkan di setiap generasi 911 untuk membuat mobil menjadi lebih menyenangkan untuk dikendarai.

Bagi orang awam, kedua mobil ini akan terlihat sama saja (Foto: Top Speed)
Bagi orang awam, kedua mobil ini akan terlihat sama saja (Foto: Top Speed)

Perbedaan yang bisa Anda lihat di generasi terbaru ini antara lain pada desain belakang seperti lampu belakang bergaya 3D, kap mesin dengan desain baru dan beberapa perubahan kecil pada desain mobil secara keseluruhan. Mobil ini juga memiliki wheelbase yang lebih panjang dari generasi sebelumnya, ground clearance yang lebih rendah dan bodi yang lebih aerodinamis. Lampu depan, lampu indikator, dan daytime running light (DRL) juga mengalami sedikit perubahan. Jadi jika Anda melihat secara detail mobil ini, Anda akan menemukan banyak perbedaan dari generasi sebelumnya, namun secara keseluruhan desainnya tetaplah desain khas 911.  

O: Apa itu “Sport Chrono Package“? Bagaimana cara kerjanya?

C: Sport Chrono Package adalah opsi yang paling digemari. Ini bukanlah fitur standar, ini adalah fitur tambahan yang harus Anda tambahkan ketika memesan 911. Tidak hanya memberikan sebuah jam analog yang khas di dashboard, Sport Chrono Package juga memberikan sebuah pengaturan mode berkendara pada lingkar kemudi. Jadi layaknya kemudi simulator balap, terdapat sebuah tombol untuk mengatur mode berkendara yaitu normal, sport, sport plus dan individual yang akan mengubah karakteristik sesuai keinginan Anda.

Familiar dengan desain kemudi ini? Tentu saja! Ini desain kemudi 918 Spyder (Foto: Ototaiment)
Lingkaran kecil di sisi bawah kemudi adalah lingkaran yang menyenangkan bagi Anda pecinta mobil berperforma(Foto: Ototaiment)

Jika Anda ingin berkendara dengan nyaman, Anda bisa menggunakan mode normal, maka pengaturannya akan menjadi lebih soft. Namun jika Anda ingin berkendara dengan lebih sporty, Anda bisa memindahkan penganturan ke sport plus

O: Pertanyaan penting, kenapa Porsche memutuskan untuk melakukan downsizing kapasitas mesin menjadi 3.0 L (awalnya Carrera bermesin 3.4 L dan Carrera S bermesin 3.8 L -red) dan menambahkannya dengan turbo?

C: Pertanyaan yang bagus! Kami selalu mendapat pertanyaan itu dari konsumen. Saya pikir downsizing mesin adalah sebuah tren global. Ada regulasi emisi CO2 yang ketat dan harus kami ikuti, disamping kami juga ingin mengkampanyekan “go green”. Jadi kami harus mencari cara untuk tetap memberikan mesin powerful kepada konsumen kami, dan di sisi lain juga tetap ramah lingkungan dan lebih hemat bahan bakar.

Mesin 3.4 L NA di Carrera lama sudah berganti mesin 3.0 L twin turbo yang masih tetap berkonfigurasi flat six (Foto: Ototaiment)
Mesin 3.4 L NA di Carrera lama sudah berganti mesin 3.0 L twin turbo yang masih tetap berkonfigurasi flat six (Foto: Ototaiment)

Jadi memangkas kapasitas mesin dan menambahkan turbo adalah solusi yang tepat. Itulah mengapa saat ini baik 911 Carrera maupun 911 Carrera S memiliki mesin 3.0 Ldengan turbo.

O: Lalu bagaimana dengan raungan mesinnya? Banyak yang mengkhawatirkan bahwa suara dari mesin baru ini tak segarang mesin yang lama.

Porsche Sound Symposer (Foto: caranddriver)
Porsche Sound Symposer (Foto: caranddriver)

C: Itu sama sekali tidak benar! Saya bisa menjamin suara dari mesin baru 911 ini tetap fantastis. Akan tetapi untuk konsumen yang ingin memiliki 911 dengan mesin yang lebih sporty dengan suara layaknya mobil balap, mereka bisa memesan opsi “Sport Exhaust System” (Porsche Sound Symposer). Ini akan merubah suara mesin menjadi lebih fantastis lagi.

O: Menurut Anda, bagaimana performa mobil ini jika dibandingkan dengan pendahulunya?

C: Saya telah mencoba mobil ini sebelumnya di Lisbon, Portugal. Performanya sangat mengesankan. Respon yang instan, handling yang mantap dan suara mesin yang sempurna. Saya harus mengatakan bahawa engineer kami sangat luar biasa. Mereka terus mengembangkan mobil ini ke level yang lebih tinggi. Jika Anda membandingkan mobil ini dengan generasi sebelumnya, bahkan dengan generasi-generasi sebelumnya, engineer kami selalu memberikan benchmark yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Bahkan ketika kami berpikir tidak akan mungkin lagi untuk meningkatkan performa mobil ini, mereka selalu menemukan caranya.

Melalui tombol SPort Response Button, melakukan overtaking terasa lebih menyenangkan! (Foto: Ototaiment)
Porsche 911 Carrera terbaru saat kami uji coba (Foto: Ototaiment)

Bukan hanya soal performa, karena mobil ini bukan hanya dibuat untuk sirkuit balap, melainkan untuk digunakan harian. Filosofi lain yang kami anut adalah ekslusifitas, performa, dan dapat digunakan sehari hari. Jadi dengan mobil ini Anda bukan hanya bisa bersenang-senang di sirkuit, tapi di lain hari Anda juga bisa membawanya ke toko roti, berbelanja, atau mengantar anak Anda ke sekolah. Semua itu bisa dilakukan 911.

Mobil ini menawarkan sejumlah pengaturan kursi yang membuatnya memberikan posisi mengemudi ergonomis (Foto: Ototaiment)
Mobil ini menawarkan sejumlah pengaturan kursi yang membuatnya memberikan posisi mengemudi ergonomis. Mengemudi pun jadi lebih nyaman (Foto: Ototaiment)

Engineer kami benar benar melakukan tugasnya dengan baik dalam hal menyatukan kenyamanan dan performa. Dan hal itulah yang tidak bisa Anda temukan pada sportscar merk lain. Kebanyakan mereka terlalu fokus ke kenyamanan, dan yang lain terlalu fokus ke sport sehingga mobil menjadi sangat agresif. Saya pikir Porsche adalah satu-satunya yang mampu menjembatani dua hal itu, dan itulah yang sebenarnya konsumen inginkan.

O: Apakah versi manual juga tersedia di Indonesia?

C: Versi manual tidak tersedia di seluruh wilayah Asia. Ini adalah keputusan principal Porsche untuk memberikan pilihan yang paling efisien dan nyaman untuk konsumen kami.

Transmisi 7-percepatan kopling gandanya sangat halus tiap melakukan perpindahan gigi. Spektakuler! (Foto: Ototaiment)
Transmisi 7-percepatan kopling gandanya sangat halus tiap melakukan perpindahan gigi. Spektakuler! (Foto: Ototaiment)

Saat ini kami hanya menawarkan versi transmisi otomatis PDK (Porsche Doppelkupplung) sebagai fitur standar. 

O: Konsumen seperti apakah yang menjadi segmen Porsche di Indonesia?

C: Salah satu hal yang menarik adalah, kami memiliki banyak konsumen yang mementingkan performa, jadi model GT kami seperti GT3 dan GT3 RS terjual dengan cukup baik di Indonesia. Di sisi lain kami juga memiliki beberapa konsumen yang baru pertama kali memiliki mobil Porsche, dimana mereka kebanyakan membeli 911 Carrera tipe terendah. Jadi kami memiliki kombinasi konsumen yang cukup seimbang antara loyalis Porsche dan konsumen baru. Kami selalu mengundang mereka semua dalam acara-acara yang kami buat. Cukup fantastis.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY