Test Drive Porsche (991.2) 911 Carrera 2016

1028
0
BERBAGI

Bagi beberapa orang, mobil tak sekedar alat transportasi, namun juga sebuah tradisi. Sejumlah mobil bisa menjadi ikonik karena mampu bertahan puluhan tahun dan membentuk lingkaran die hard fans-nya sendiri. Tak jarang sebuah mobil bahkan sampai dikultuskan, dijaga supaya tidak melenceng dari tradisinya selama ini.

Tapi apa jadinya jika salah satu pabrikan otomotif besar macam Porsche mencoba untuk mendobrak sendiri tradisinya untuk menciptakan sesuatu yang baru bagi mobil ikoniknya sendiri? Adalah Porsche 911 Carrera yang telah puluhan tahun kita kenal menggendong mesin Naturally Aspirated kini mengubah pakemnya dengan menyematkan sepasang turbo ke dalam kompartemen mesin. Kontroversial? Jelas!

991.2 yang Susah Dibedakan

Nama Porsche 911 bukanlah nama baru di dunia mobil cepat, karena telah muncul sejak tahun 1963 silam. Secara nomenklatur, generasi terkini dari Porsche 911 menyandang nomor kode 991, dan versi terbarunya (facelift) yang kami uji jalan dikenal pula sebagai 991.2.

Lihatlah siluet kedua Porsche 911 Carrera yang beda generasi ini. Bahkan selisih puluhan tahun pun desainnya masih menunjukkan siluet yang sama (Foto: Ototaiment)
Lihatlah siluet kedua Porsche 911 Carrera yang beda generasi ini. Bahkan selisih puluhan tahun pun desainnya masih menunjukkan siluet yang sama (Foto: Ototaiment)

Tak perlu orang awam, bahkan tak semua petrolhead bisa dengan mudah membedakan mobil ini dengan pendahulunya akibat Porsche ‘terlalu ketat’ dalam menjaga tradisi desainnya. Jikalau Anda masih kesulitan, maka ubahan dari segi eksterior terletak pada bumper depan baru dengan sirip udara aktif, LED DRL baru, grille belakang dengan bilah vertikal, bumper belakang serta lampu belakang baru. Lantas bagaimana dengan interiornya? Lagi-lagi masih semodel dengan sebelumnya, namun dengan beberapa penyegaran seperti lingkar kemudi yang sama seperti milik Porsche 918 Spyder.

Sport Chrono Package dan Sport Response Button

Satu hal yang kami sukai dari mobil ini adalah fitur Sport Chrono Package. Fitur ini bukanlah fitur standar, namun sebaiknya Anda tambahkan pada mobil ini saat memesannya untuk merasakan sensasi berkendara yang lebih lanjut lagi. Tidak hanya memberikan sebuah jam analog yang khas di dashboard, Sport Chrono Package juga memberikan sebuah pengaturan mode berkendara pada lingkar kemudi.

Lingkaran ini berfungsi untuk menentukan sejauh mana kita bisa bersenang-senang dengan Porsche 911 Carrera ini (Foto: Ototaiment)
Lingkaran ini berfungsi untuk menentukan sejauh mana kita bisa bersenang-senang dengan Porsche 911 Carrera ini (Foto: Ototaiment)

Jadi, layaknya kemudi simulator balap, terdapat sebuah tombol untuk mengatur mode berkendara yaitu normal, sport, sport plus dan individual yang akan mengubah karakteristik sesuai keinginan Anda. Jika Anda ingin berkendara dengan nyaman, Anda bisa menggunakan mode normal, maka pengaturannya akan menjadi lebih soft. Namun jika Anda ingin berkendara dengan lebih sporty, Anda bisa memindahkan penganturan ke sport plus.

Melalui tombol SPort Response Button, melakukan overtaking terasa lebih menyenangkan! (Foto: Ototaiment)
Melalui tombol SPort Response Button, melakukan overtaking terasa lebih menyenangkan! (Foto: Ototaiment)

Tak cuma itu, ada tombol kecil di tengah lingkar drive modes tadi. Itulah tombol Sport Response Button yang jika ditekan dapat membuat mobil ini mengeluarkan akselerasi terbaiknya. Secara sederhana, saat tombol ditekan maka sistem akan segera melakukan down shift untuk mencari gigi yang tepat. Setelah itu, mesin akan mengeluarkan impresi terbaiknya selama 20 detik. Sungguh mengasyikkan saat menjajalnya! Fitur ini amat cocok digunakan untuk melakukan over taking maupun hal-hal sejenis yang memerlukan akselerasi spontan.

Kontroversi Turbo dan Impresi Berkendara

Seperti yang telah kami sampaikan di atas, Porsche membenamkan turbocharger pada mobil ini. Jika sebelumnya 911 Carrera memiliki mesin 3.4 L dan Carrera S bermesin 3.8 L yang keduanya Naturally Aspirated, maka kini kedua mesin tersebut kapasitasnya dipangkas menjadi 3.0L flat 6 plus dukungan twin turbo. Purist 911 sontak mencak-mencak. Menurut mereka 911 bermesin turbo ya 911 Turbo ke atas, lain tidak. Mereka khawatir kesenangan berkendara dari mobil ini akan hilang akibat lag yang kerap muncul pada mesin turbo, termasuk siulan khas turbo yang dianggap bakal mengganggu raungan garang mesin sebelumnya.

Mesin 3.4 L NA di Carrera lama sudah berganti mesin 3.0 L twin turbo yang masih tetap berkonfigurasi flat six (Foto: Ototaiment)
Mesin 3.4 L NA di Carrera lama sudah berganti mesin 3.0 L twin turbo yang masih tetap berkonfigurasi flat six (Foto: Ototaiment)

Menurut kami, hal ini berlebihan. Dengan melakukan downsizing, 911 Carrera kini memiliki tenaga yang lebih besar 20 hp dari sebelumnya. Torsipun ikut meningkat hingga mampu menghasilkan torsi puncak 450 Nm yang dapat dicapai sejak 1.700 rpm – 5.000 rpm. Gejala turbo lag yang kerap menjadi momok bagi para pengguna mobil bermesin turbo pun tak terasa signifikan. Soal suara? 911 Carrera tetaplah mempunyai suara garang yang menggetarkan hati. Intinya, kami suka mobil ini!

Mobil ini menawarkan sejumlah pengaturan kursi yang membuatnya memberikan posisi mengemudi ergonomis (Foto: Ototaiment)
Mobil ini menawarkan sejumlah pengaturan kursi yang membuatnya memberikan posisi mengemudi ergonomis (Foto: Ototaiment)

Saat pertama memasuki kabin dari 911 Carrera, posisi duduk terasa amat ergonomis. Hal ini didukung oleh sejumlah pengaturan fungsi kursi yang sudah elektrik untuk memudahkan Anda mendapatkan posisi duduk terbaik. Setir dengan desain serupa milik 918 Spyder yang dibenamkan pada mobil ini pun menambahkan aura balap yang kian membuat kami ingin memacunya cepat-cepat.

Familiar dengan desain kemudi ini? Tentu saja! Ini desain kemudi 918 Spyder (Foto: Ototaiment)
Familiar dengan desain kemudi ini? Tentu saja! Ini desain kemudi 918 Spyder (Foto: Ototaiment)

Kami sungguh menyukai peran drive modes yang ada pada lingkar kemudi. Mengoperasikan mode normal membuatnya layak diajak berkendara sehari-hari di perkotaan karena setelan suspensinya tergolong nyaman untuk trek perkotaan. Mode sport berfungsi layaknya mode sport pada mobil lain, yakni membuat mobil menahan lebih lama putaran rpm sebelum berganti gigi untuk mendapatkan akselerasi yang lebih mantap. Pada mode ini, sejumlah fitur seperti pengaturan exhaust dan auto on/off menyala.

Sejumlah mode berkendara disertai fitur Sport Response Button membuat mobil ini terasa menyenangkan (Foto: Ototaiment)
Sejumlah mode berkendara disertai fitur Sport Response Button membuat mobil ini terasa menyenangkan (Foto: Ototaiment)

Lanjut ke Sport Plus, ini yang paling asyik, karena ada satu pengaturan lagi yang menyala yakni suspensi. Sistem mengubah setelan suspensi sehingga dia lebih kaku dan lebih rendah ground clearance-nya. Selain untuk meminimalkan body roll, fungsi ini juga membuatnya lebih stabil di jalanan dalam kecepatan tinggi. Tapi Anda perlu berhati-hati, karena saat kami mencoba berlari dalam kecepatan 120 km/jam, mobil ini membuat kami merasa masih berlari di kecepatan 80 km/jam. Artinya, Anda bisa ketagihan untuk terus menginjak pedal gas dalam-dalam! Fantastis!

Kesimpulan

Porsche 911 terbaru ini benar-benar mampu menjawab keraguan para penggemar fanatiknya. Sejumlah kebaikan yang muncul akibat penurunan kapasitas mesin plus penambahan turbo justru memberi nilai lebih untuk mobil ini. Anda tak perlu ragu menggunakannya sebagai kendaraan antar-jemput anak Anda ke sekolah karena mobil ini sangat memungkinkan untuk digunakan sehari-hari tanpa takut mesinnya mengalami overheat. Anda juga bisa segera memacunya di jalan tol yang lengang jika memungkinkan, maupun di trek balap. Mobil ini mampu memberikan yang terbaik sesuai keinginan Anda!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY