Renault Diduga Melakukan Kecurangan pada Mesin Dieselnya

Renault Diduga Melakukan Kecurangan pada Mesin Dieselnya

512
0
BERBAGI
Renault tersandung kasus emisi? (Foto: bullgallery)

Menengok kilas balik dunia otomotif setahun ke belakang, kita tentu masih mengingat betapa skandal dieselgate yang menimpa Volkswagen (VW) berimbas panjang pada industri otomotif dunia. Amerika Serikat misalnya, negara adikuasa itu sampai mengubah standar pengujian emisinya. Hal ini membuat Amerika Serikat baru meloloskan satu merek mobil saja yang boleh menjual kendaraan bermesin diesel di negaranya sepanjang 2016 ini.

Tak hanya VW, karena sejumlah merek Jepang juga terkena skandal tertentu. Mitsubishi misalnya, perusahaan berlogo tiga berlian ini akhirnya harus rela dipinang Nissan demi menyelamatkan nasib perusahaan akibat harus membayar ganti rugi setelah ketahuan memanipulasi hasil pengujian konsumsi bahan bakar. Kini, mendekati penghujung tahun, ada satu lagi nama produsen mobil yang juga terindikasi melakukan kecurangan: Renault.

Sama Seperti VW

Renault diketahui telah melakukan kecurangan terhadap perangkat exhaust gas recirculator (EGR) yang akan berhenti bekerja pada suhu 63-95 fahrenheit. Hal ini dilakukan Renault dengan tujuan agar tidak terjadi penyumbatan pada kinerja perangkat turbo yang digunakan di mesin diesel. Masalahnya, ini justru membuat mesin menghasilkan emisi tinggi.

Renault diduga melakukan manipulasi pada perangkat exhaust gas recirculation (EGR) (Foto: Renaultspares)
Renault diduga melakukan manipulasi pada perangkat exhaust gas recirculation (EGR) (Foto: Renaultspares)

Badan pengawas emisi Prancis, Direction Générale de la Concurrence, de la Consommation et de la Répression des Fraudes (DGCCRF) akhirnya mengetahui hal ini dan mengajukannya ke pihak berwenang di Prancis untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Jika terbukti bersalah, maka Renault akan menjadi produsen otomotif kedua setelah VW yang diadili di pengadilan Prancis.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY