Bukan Teknologinya yang Bikin Bensin Mobil Bisa Irit, tapi Cara Berkendaranya

Bukan Teknologinya yang Bikin Bensin Mobil Bisa Irit, tapi Cara Berkendaranya

326
0
BERBAGI
(Foto : Speednik)

Beberapa tahun belakangan ini, banyak negara mulai menerapkan regulasi baru pada dunia industri yang berdasarkan pada isu dan kampanye ‘Go Green’. Tidak luput, di dunia otomotif pun terkena regulasi sejenis yang menetapkan batas uji emisi kendaraan. Hal ini yang memicu pabrikan untuk menciptakan teknologi secanggih mungkin agar mobil produksinya memiliki kadar emisi rendah dan mengefisienkan konsumsi bahan bakar. Banyak pabrikan yang akhirnya menyerah dan menganggap bahwa hal ini mustahil, hingga mereka akhirnya malah melakukan pemalsuan data uji emisi dan konsumsi bahan bakar.

Memang benar di jaman secanggih ini teknologi bisa mendukung mesin untuk menekan emisi bahan bakar. Tetapi jika urusannya soal efisiensi bahan bakar, teknologi tidak selalu bisa membantu mobil lebih irit. Peneliti otomotif dari Institut Teknoloogi Bandung, Dr. Ing. Ir. Tri Yuswindjajanto Zaenuri baru-baru ini memberikan keterangan bahwa faktor yang paling berpengaruh di urusan irit atau tidaknya bahan bakar ada pada cara pengemudi saat mengemudikan mobilnya. Jadi bukan teknologi yang ada pada mobilnya, tetapi lebih kepada karakter pengemudinya.

Pengemudi Harus Paham

Selain mampu membeli mobil, pengemudi sebenarnya diharuskan untuk paham dengan teknologi dan spesifikasi mobil miliknya. Pentingnya hal ini adalah untuk menyinergikannya dengan cara pengoperasian mobil, untuk membentuk cara dan karakter mengemudi. “Kalau di konsumsi bahan bakar itu yang paling dominan bukan teknologi, tetapi cara berkendara. Teknologi itu memfasilitasi saja,” ucap Tri.

cara anda menginjak gas pun bisa berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar mobil anda (foto : reference.com)
cara anda menginjak gas pun bisa berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar mobil anda (foto : reference.com)

Walaupun pabrik sudah memberi data konsumsi bahan bakar pada mobil-mobil produksinya, tetapi tetap saja hasil akhirnya akan bergantung kepada cara anda mengemudi. Jika anda tidak mengenali mobil anda dengan baik, dan cara mengendarai mobil anda asal-asalan, maka jangan heran jika data yang diberikan oleh pabrikan tadi hanya akan jadi omong kosong.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY