Mobil Pedesaan Akan Diperkenalkan Tahun Depan, Harganya Dibawah Rp 100 Juta

Mobil Pedesaan Akan Diperkenalkan Tahun Depan, Harganya Dibawah Rp 100 Juta

732
0
BERBAGI
Mobil pedesaan hasil inovasi Universitas Negeri Semarang (Foto: Dikti)

Saat memeperkenalkan program mobil Low Cost Green Car (LCGC) pada tahun 2013 lalu, Pemerintah sempat berujar bahwa mobil di segmen ini bisa ditujukan sebagai kendaraan pedesaan. Pada kenyataannya, konsumen LCGC justru lebih banyak di perkotaan karena menawarkan banyak faktor menarik bagi konsumen, terutama yang belum mempunyai cukup uang untuk membeli mobil konvensional (non-LCGC).

Sukses dengan LCGC, kali ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama dengan Institut Otomotif Indonesia (IOI) telah menandatangani nota kesepahaman terkait mobil pedesaan. Mobil yang benar-benar akan digunakan seutuhnya di pedesaan dan diproyeksikan sebagai kendaraan niaga multiguna ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi di pedesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah.

Tiga Poin Utama Nota Kesepahaman

Melalui nota kesepahaman kedua belah pihak, didapatlah tiga poin utama yang nantinya akan menjadi cikal-bakal kelahiran mobil pedesaan. Poin pertama menyebutkan bahwa IOI akan mengkoordinir pendidikan vokasi untuk tingkat SMK, Politeknik dan Perguruan Tinggi. Tujuannya jelas: mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal agar siap untuk industri otomotif.

Kemenperin dan IOI saat penandatanganan MoU Mobil Pedesaan (Foto: Kemenperin)
Kemenperin dan IOI saat penandatanganan MoU Mobil Pedesaan (Foto: Kemenperin)

Poin kedua, Kemenperin dan IOI akan mengembangkan IKM (Industri Kecil Menengah) dengan perguruan tinggi. Sedangkan poin ketiga, Kemenperin dan IOI bertanggung jawab untuk pengembangan kendaraan pedesaan di Indonesia. Untuk menindaklanjuti poin ketiga ini, akan diadakan perlombaan tingkat perguruan tinggi dan politeknik untuk merancang desain platform kendaraan desa yang akan berlangsung hingga bulan Februari 2017. Prototipe kendaraan pedesaan ini rencananya bakal diperkenalkan ke publik pada bulan Agustus 2017.

90 Persen Komponen Lokal

Sebagai kendaraan pedesaan yang menyasar kepentingan niaga industri kecil dan menengah maupun keperluan angkut pertanian, wajar jika Kemenperin menargetkan harga mobil ini di bawah Rp 100 juta, dengan catatan kondisi mata uang Rupiah tetap stabil. Untuk menekan harga jual serendah mungkin, pastinya ada beberapa kondisi yang menyesuaikan seperti spesifikasi, kapasitas mesin dan komponennya.

Mobil ini diharapkan mampu mencapai TKDN 90% (Foto: Netz)
Mobil ini diharapkan mampu mencapai TKDN 90% (Foto: Netz)

Menjawab hal ini, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Yan S. Tandiele mengharapkan pengembangan kendaraan desa ini dapat dikerjakan dari nol di Indonesia untuk mencapai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) hingga 90 persen. Meski demikian, urusan mesin akan dipercayakan pada perusahaan yang memang sudah handal dalam bidangnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY