4 Checklist Perawatan Transmisi Otomatis yang Wajib Anda Lakukan!

4 Checklist Perawatan Transmisi Otomatis yang Wajib Anda Lakukan!

985
0
BERBAGI
Transmisi otomatis perlu dirawat secara benar agar tetap prima (Foto: Motormobile)

Seiring berkembangnya teknologi otomotif dan meningkatnya kepadatan lalu-lintas jalan raya di kota-kota, saat ini banyak orang yang cenderung lebih menyukai mobil bertransmisi otomatis ketimbang manual. Selain meringankan kerja pengemudi, transmisi otomatis saat ini juga sudah lebih handal jika dibanding dulu.

Meski begitu, tidak semua orang mengerti apa saja yang perlu dilakukan dalam hal perawatan transmisi otomatis, baik yang menggunakan CVT maupun model dengan torque converter. Oleh karenanya, kami telah menghimpun sejumlah daftar perawatan transmisi otomatis yang wajib Anda lakukan agar mobil bertransmisi otomaits Anda tetap dalam kondisi prima.

1. Cegah Aus dengan Menggunakan Tuas Persneling Secara Benar

Daftar pertama yang paling mudah Anda lakukan dan terapkan adalah mencegah terjadinya keausan transmisi otomatis dengan selalu memindahkan posisi tuas ke posisi netral (N) bila mobil sedang berada di lampu merah (traffic light). Hindari menahan pedal rem sambil tuas dalam posisi  drive (D).

Tuas persneling dan konsol tengahnya tidak banyak memberikan fitur-fitur (Foto: Ototaiment)
gunakan fungsi-fungsi mode oada persneling dengan tepat dan benar (Foto: Ototaiment)

Saat Anda akan memarkir mobil, injaklah pedal rem dan tarik rem tangan terlebih dahulu sebelum memindahkan posisi tuas ke dalam posisi parkir (P) agar roda terkunci dengan aman baru matikan mesin. Perlu diingat, jangan pernah memindahkan persneling ke posisi P jika mobil belum benar-benar berhenti. Selain itu, jangan meninggalkan mobil terpakir dalam posisi tuas di D karena hal ini bisa membuat plat kopling Anda cepat rusak.

2. Perhatikan Waktu Penggantian Oli Mesin

Waktu penggantian oli adalah salah satu hal yang wajib Anda perhatikan dalam merawat transmisi otomatis mobil Anda. Semakin tua usia oli mobil, maka kekentalan dan viskolitas akan menurun yang dapat berimbas pada gesekan antar kanvas kopling yang semakin keras dan semakin banyak serpihan atau serbuk-serbuk halus yang dihasilkan.

Mengganti oli mesin tepat waktu juga menjadi salah satu cara perawatan transmisi otomatis (Foto: mobilku)
Mengganti oli mesin tepat waktu juga menjadi salah satu cara perawatan transmisi otomatis (Foto: mobilku)

Perlu Anda ketahui, pada transmisi otomatis jumlah kanvas kopling yang digunakan lebih banyak dibandingkan transmisi manual. Kanvas kopling tersebut berkerja dan bergesekan saat mobil berjalan, dan dari gesekan tersebut akan ada serbuk-serbuk halus. Oleh karenanya, penting untuk selalu tepat waktu dalam mengganti oli mobil transmisi otomatis Anda.

3. Tak Lupa Juga Waktu Penggantian Oli Transmisi

Tak hanya oli mesin yang perlu diperhatikan jadwal penggantiannya, karena mobil bertransmisi otomatis juga dianjurkan untuk mengganti oli transmisi setiap 5.000 km bersamaan dengan mengganti oli mesin.

Periksa apakah ada rembesan oli transmisi di girboks mobil Anda (Foto: Autobild)
Periksa apakah ada rembesan oli transmisi di girboks mobil Anda (Foto: Autobild)

Selanjutnya, setiap 20.000 km oli harus dikuras dan diganti dengan yang baru diikuti penggantian filter oli transmisi. Tahapan ini bertujuan untuk menghilangkan serpihan yang tersisa dalam proses gesekan kanvas kopling.

4. Kopling Selip Tanda Bermasalah

Salah satu pertanda adanya kerusakan pada transmisi otomatis Anda adalah saat muncul gejala kopling selip yang ditandai dengan tidak berimbangnya putaran mesin dengan laju mobil. Jika sudah begini, meski mesin sudah berada pada putaran tinggi, laju kendaraan masih tersendat dan tidak berimbang.

Saat perpindahan gigi dari mobil matic terasa selip, Anda berarti perlu membawanya ke bengkel (Foto: bahayapedia)
Saat perpindahan gigi dari mobil matic terasa selip, Anda berarti perlu membawanya ke bengkel (Foto: bahayapedia)

Anda bisa mengeceknya dengan memasukkan perseling pada posisi D atau R kemudian lepas rem. Jika mobil dalam kondisi normal, seharusnya mobil akan langsung bergerak. Anda harus segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut jika mobil tidak bereaksi, ataupun reaksinya tidak normal, karena berarti ada masalah pada transmisi otomatisnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY