Nissan Tanggapi Wacana Pajak Berdasarkan Emisi: Banyak Keuntungannya

Nissan Tanggapi Wacana Pajak Berdasarkan Emisi: Banyak Keuntungannya

493
0
BERBAGI
Pelayanan purna jual maksimal bisa memancing pembeli. (foto : Nissan Motor Indonesia)

Beberapa saat yang lalu sempat tersiar berita tentang rencana pemerintah untuk menghitung besaran pajak kendaraan bermotor dari jumlah emisi yang dikeluarkan. Semakin besar emisi yang dikeluarkan oleh kendaraan, maka akan semakin tinggi juga pajaknya, tetapi sebaliknya jika emisi yang dikeluarkan semakin kecil maka nilai pajaknya pun akan berkurang juga.

Ada berbagai tanggapan mengenai rencana ini, mulai dari pabrikan, Agen Pemegang Merek (APM), hingga para pengguna kendaraan. Sebenarnya sudah menjadi hal yang biasa di Indonesia ketika ada suatu sistem baru, pasti akan mengundang pro dan kontra. Salah satu APM yang menanggapi wacana ini dengan positif adalah PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Melalui General Manager Marketing Strategy-nya, Budi Nur Mukmin, PT Nissan Motor Indonesia menyatakan bahwa perhitungan pajak berdasarkan emisi merupakan suatu langkah tepat, karena akan banyak menimbulkan efek positif.

Lebih Ramah Lingkungan

Budi menyatakan, “Satu yang paling pasti membantu lingkungan, yang kedua ini juga membantu customer karena dia akan mendapatkan teknologi terbaru, karena teknologinya semakin irit yang pasti teknologinya semakin baru. Kalau teknologi semakin baru, banyak benefit untuk customer. Dan kalau klasifikasi berdasarkan emisi, yang tadinya (harga mobil) mahal bisa jadi murah,” katanya.

dengan adanya peraturan baru itu, pabrikan akan berlomba-lomba menciptakan teknologi mesin ramah lingkungan yang irit (foto : autoguide.com)
dengan adanya peraturan baru itu, pabrikan akan berlomba-lomba menciptakan teknologi mesin ramah lingkungan yang irit (foto : autoguide.com)

Budi juga menambahkan bahwa Indonesia masih banyak tertinggal dari negara lain masalah penggunaan kendaraan ramah lingkungan. Budi mencontohkan seperti di Thailand, mobil rendah emisi pajaknya semakin rendah. “Di Thailand itu pajak sudah bersarakan low emsion carbon. Itu sudah dua tahun, Thailand aja bisa berarti kita juga bisa, karena produknya mirip-mirip. Jadi saya pikir kita siap,” tutup Budi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY