Terkait Peraturan Taksi Online Tidak Boleh Dibawah 1.300 cc, Kemenhub: “Akan Kami...

Terkait Peraturan Taksi Online Tidak Boleh Dibawah 1.300 cc, Kemenhub: “Akan Kami Evaluasi Kembali”

793
0
BERBAGI
(Foto: Indonesia daily news)

Beberapa waktu lalu, sebagian pengemudi taksi online dibuat kelabakan dengan adanya peraturan yang melarang mobil dengan kubikasi dibawah 1.300 cc sebagai armadanya. Ini berarti para pengemudi taksi online yang kebanyakan memanfaatkan mobil LCGC terpaksa berhenti beroperasi atau harus mengganti kendaraannya. Seperti kita tahu, mobil LCGC mempunyai regulasi kapasitas mesin maksimal 1.300 cc 

Larangan ini muncul melalui Peraturan Menteri (PM) Kementerian Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum tidak dalam trayek. Meski sudah ditetapkan, namun kenyataannya masih banyak pengemudi taksi online yang menggunakan mobil berkapasitas dibawah 1.300 cc.

Kurang Sosialisasi Atau Tidak Peduli pada Peraturan yang Berlaku?

Peraturan ini sebenarnya telah resmi ditandatangani Menteri Perhubungan (sebelumnya), Ignasius Jonan pada 1 April 2016 dan resmi berlaku pada 1 Oktober 2016. Artinya, ada waktu enam bulan untuk melakukan sosialisasi terkait peraturan ini. Para penyedia layanan taksi online seharusnya sudah melakukan pembenahan di internalnya agar tidak melangar. Namun pada prakteknya kita masih menjumpai taksi online yang beroperasi dengan mobil di luar ketentuan yang ada.

Ingin menjadikan mobil pribadi sebagai taksi online? Perhatikan peraturannya agar tidak bermasalah di kemudian hari (Foto: industribisnis)
Ingin menjadikan mobil pribadi sebagai taksi online? Perhatikan peraturannya agar tidak bermasalah di kemudian hari (Foto: industribisnis)

Sebenarnya bisa dipahami kenapa para pengemudi taksi online memilih untuk menggunakan mobil jenis LCGC sebagai tunggangannya. Mobil LCGC yang mendapat keringanan pajak dan diproduksi secara lokal harganya lebih terjangkau (ingat, penyedia layanan taksi online tidak menyediakan armada taksi, jadi pengemudilah yang harus mengurusnya sendiri), jadi para pengemudi taksi online yang mengangsur mobil untuk dijadikan taksi lebih mudah untuk melunasi angsurannya. Itulah sebabnya banyak yang kecewa dengan peraturan ini karena dianggap mematikan lapangan kerja bagi para pengemudi taksi online.

 

Masih Akan Dikaji Lebih Lanjut

Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi kembali. Menurutnya, jika nantinya dibutuhkan langkah-langkah tertentu agar membuat penumpang selamat, maka akan ada evaluasi tentang kubikasi mesin dan sebagainya.

Mobil LCGC dilarang jadi taksi online (Foto: Ototaiment)
Secara tidak langsung, mobil LCGC dilarang jadi taksi online jika merujuk pada peraturan menteri perhubungan (Foto: Ototaiment)

Sebagai catatan, mobil berkapasitas 1.300 cc kebawah dinilai kurang aman dan kurang layak bagi penumpang karena dianggap kurang dari sisi tenaga maupun stabilitasnya saat digunakan untuk mengangkut penumpang secara penuh.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY