Renault Kwid Bakal Dirakit Lokal Jika Laris di Indonesia

Renault Kwid Bakal Dirakit Lokal Jika Laris di Indonesia

421
0
BERBAGI
Apakah Kwid juga akan sukses di Indonesia? (Foto : Viva)

Renault memang telah meluncurkan salah satu lini termurahnya, yakni Renault Kwid, di Indonesia pada bulan Oktober lalu. Seperti kita ketahui, mobil tersebut dijual dengan harga Rp 117,7 juta. Mesin yang digunakan pun berkapasitas 1.000 cc 3-silinder, sehingga banyak yang menyangka bahwa mobil ini masuk skema LCGC (Low Cost Green Car).

Meski spesifikasinya bisa dibilang mirip-mirip dengan mobil LCGC, namun Kwid bukan LCGC. Salah satunya adalah karena Renault Kwid yang masuk ke Indonesia didatangkan dari India. Ini tentu saja membuatnya tidak memenuhi syarat sebagai mobil LCGC. Lantas, adakah kemungkinan mobil ini diproduksi di dalam negeri?

Jika Laris, Siap Diproduksi Lokal

Menurut pihak PT Auto Euro Indonesia (AEI) yang menjadi pemegang merek Renault di Indonesia, kemungkinan tersebut selalu ada. Terutama jika penjualan Kwid di Indonesia meningkat signifikan. Sebagai informasi, saat ini Renault menargetkan penjualan Kwid hingga 1.000 unit sepanjang 2017. Jika penjualannya di tahun mendatang melebihi target, nampaknya peluang merakit Kwid secara lokal (CKD) akan semakin besar.

Jika laris, mobil ini tidak lagi didatangkan dari India (Foto : Renault)

Jika melihat bandrol harga Kwid saat ini yang sudah tergolong murah, tentunya wajar jika kita memperkirakan bahwa Kwid bisa lebih murah lagi jika dirakit secara lokal. Menanggapi hal ini, AEI memilih memberi jawaban diplomatis dengan mengatakan bahwa nilai mata uang, pajak, dan hal lain juga menjadi penentu soal harga.

Jika CKD, Akan Menumpang Produksi di Pabrik Nissan

Lebih lanjut, menurut AEI, andaikan nanti Kwid jadi dirakit secara lokal, hal ini tak membuatnya serte-merta masuk ke skema LCGC. Renault berkeras untuk mempertahankan status sebagai mobil non-LCGC. Untuk memproduksi Kwid secara lokalpun AEI sudah punya gambarannya.

Fasilitas produksi milik Indomobil maupun milik Nissan bisa jadi andalan Renault untuk memproduksi Kwid secara lokal nantinya (Foto : Renault)

Jika angka produksinya masih belum besar, Kwid bisa menumpang produksi di fasilitas perakitan Indomobil yang berlokasi di Pulogadung, Jakarta Timur. Pabrik inipun juga menjadi basis produksi untuk Renault Duster di Indonesia. Sedangkan jika kebutuhan produksinya meningkat, maka pabrik Nissan di Cikampek, Jawa Barat yang akan memproduksinya. Maklum, Renault dan Nissan tergabung dalam satu aliansi (Renault-Nissan Alliance), jadi Renault bisa tenang untuk urusan produksi selama mereka belum mempunyai fasilitas produksi sendiri di Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY