Tilang Online / Elektronik: Begini Tata Caranya

744
0
BERBAGI

E-Tilang atau tilang online adalah inovasi terbaru dari pihak kepolisian yang baru saja diluncurkan dan mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Program ini dijalankan salah satunya untuk mempersempit ruang gerak oknum petugas yang biasa melakukan pungutan liar kepada pelanggar lalu lintas. Program baru ini tentu saja menimbulkan banyak pertanyaan, terutama mengenai alur proses tilangnya. Oleh karena itu, lewat Otostop kali ini kami akan menjelaskan bagaimana alur proses tilang online.   

1. Polisi Melakukan Tilang

Seperti tilang biasa, saat anda melakukan pelanggaran maka polisi lalu lintas yang berjaga akan melakukan tilang. Polisi akan menulis pasal yang anda langgar berdasarkan kesalahan yang anda perbuat.

2. Memasukkan Data Tilang ke Aplikasi

Setelah menulis jumlah pasal yang dilanggar, polisi kemudian akan memasukkan berbagai macam data yang diperlukan ke dalam aplikasi E-Tilang miliknya agar kemudian tilang ini bisa diproses.

3. Pelanggar Menerima Notifikasi

Setelah polisi memasukkan data tilang pada aplikasi, maka pelanggar kemudian akan menerima notifikasi melalui sms berisi jumlah denda maksimal dan kode pembayaran.

4. Pelanggar Membayar Denda

Setelah pelanggar mengetahui jumlah denda maksimal lewat sms yang dikirim, pelanggar bisa membayarnya melalui M-banking / ATM / dan melalui teller BRI atau BNI. Jika polisi membawa mesin EDC (Electronic Data Capture), maka pelanggar bisa langsung bayar di tempat.

5. Pengambilan Barang Bukti

Jika pelanggar sudah membayar denda maksimal dan menerima struk pembarannya, maka pelanggar bisa mengambil barang bukti yang disita dengan cara menukar struk pembayaran denda.

6. Menunggu Keputusan Hakim

Setelah mengambil barang bukti, pelanggar kemudian bisa melanjutkan kegiatan sehari-hari sambil menunggu putusan hakim. Data pelanggaran dikirim ke pengadilan oleh polisi yang bertugas untuk menerima ketetapan hakim, jadi pelanggar tidak perlu datang ke pengadilan.

7. Putusan Nominal Denda Tilang

Karena yang dibayarkan tadi adalah jumlah denda maksimal, maka masih ada kemungkinan bahwa nominal denda ada dibawah nominal denda maksimal. Di tahap ini, persidangan akan memutuskan nominal denda tilang setelah melewati proses peradilan.

8. Kejaksaan Mengeksekusi Amar atau Putusan Tilang

Amar adalah putusan pengadilan yang merupakan jawaban terhadap petitum dalam gugatan penggugat. Jika proses persidangan sudah selesai, maka kejaksaan akan segera mengeksekusi amar atau putusan tilang melalui aplikasi E-Tilang.

9. Pelanggar Mendapat Informasi Amar atau Putusan

Setelah semua proses persidangan selesai, maka pelanggar akan mendapat informasi putusan sidang melalui sms yang dikirimkan ke nomer handphone pelanggar.

10. Pengembalian Sisa Denda Tilang

Jika pengadilan memutuskan denda tilang dibawah nominal denda maksimal yang sudah dibayarkan, maka sisa dana titipan denda tilang dapat diambil di bank atau bisa juga ditransfer kembali ke rekening pelanggar.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY