Dugaan adanya Monopoli Harga, General Motors China Dapat Hukuman

Dugaan adanya Monopoli Harga, General Motors China Dapat Hukuman

284
0
BERBAGI
(foto : Panoramio)

Setelah berita tentang buruknya keadaan finansial General Motors yang berujung dirumahkannya 1.300 karyawan General Motors di Detroit, kali ini berita buruk tentang General Motors datang dari China. Otoritas China dikabarkan akan memberi sanksi kepada perusahaan joint venture General Motors di China, SAIC Motor. Kabar ini mengakhiri spekulasi praktik monopoli harga yang dilayangkan kepada produsen automotif asal Amerika Serikat. Perusahaan ini kabarnya didenda sebesar 201 juta Yuan atau sekira Rp 389 miliar terkait dugaan praktik monopoli harga.

Otoritas yang mengawasai persaingan usaha di China menyebut SAIC Motor telah melakukan pengaturan harga dengan cara mengatur harga minimum beberapa merek kendaraan produksi General Motors seperti Cadillac, Chevrolet, dan Buick. Pihak General Motors memberikan keterangan bahwa mereka tetap akan menghormati kebijakan dan hukum lokal tempat mereka berbisnis. Sayangnya SAIC belum memberikan keterangan resminya mengenai kasus yang menimpa mereka. Kasus ini sebenarnya bukan yang pertama kali, karena pada tahun 2011 lalu otoritas China juga memberikan sanksi atas pelanggaran serupa pada Audi, Mercedes Benz, Toyota, serta perusahaan patungan Nissan di China.

Karena Hubungan Amerika dan China yang Memanas

Kabar yang muncul ini banyak dikaitkan dengan suasana hubungan Amerika Serikat dengan China yang menjadi sedikit panas sejak presiden terpilih Donald Trump mengeluarkan pernyataan tidak merasa terikat dengan kebijakan ‘Satu China’, sebagaimana dibuat oleh presiden sebelumnya.

perusahaan rekanan General Motors di China yang terkena kasus kartel atau monopoli harga (logo : Wikipedia)

Sebagai negara dengan pasar kendaraan terbesar di dunia, China diperebutkan banyak produsen mobil global, termasuk Amerika. Pemain utama asal Amerika seperti General Motors dan Ford saat ini memang sudah eksis di pasar China dengan menggandeng perusahaan lokal sebagai partner bisnisnya.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY