Nasib Premium dan Pertamax Plus Setelah Ada Pertalite dan Pertamax Turbo

Nasib Premium dan Pertamax Plus Setelah Ada Pertalite dan Pertamax Turbo

631
1
BERBAGI
Pertamax Plus bakal dihentikan penjualannya. Bagaimana dengan Premium? (Foto: forumkeadilan)

Pada gelaran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2016 bulan Agustus lalu, Pertamina telah memperkenalkan jenis bahan bakar baru bernama Pertamax Turbo yang memiliki oktan 98. Produk baru Pertamina ini disebut mampu memberikan performa yang lebih maksimal dari Pertamax Plus yang memiliki oktan 95.

Kehadiran Pertamax Turbo ini sekaligus membuat Pertamina berencana menghentikan penjualan Pertamax pada tahun 2017. Saat ini, Pertamina telah menghentikan produksi Pertamax Plus dan pasokannya ke SPBU di seluruh Indonesia.

Bagian dari Strategi Penjualan

Menurut pihak Pertamina, produksi Pertamax Plus telah dihentikan sejak tiga minggu lalu. Jika masih ada SPBU yang menjualnya, maka itu hanyalah sisa stok terakhir. Pertamina juga menegaskan bahwa mulai 2017, seluruh SPBU Pertamina sudah tidak lagi mamasarkan Pertamax Plus dan digantikan dengan Pertamax Turbo.

Pertamax Turbo melaju gantikan Pertamax Plus (Foto: listrikindonesia)

Langkah ini merupakan salah satu strategi penjualan Pertamina yang berkeinginan untuk meyediakan dan membuat bahan bakar yang memiliki kualitas tinggi. Apalagi, saat ini mayoritas kendaraan modern telah mensyaratkan nilai RON yang lebih baik daripada sebelumnya.

Nasib Premium

Tidak hanya Pertamax Plus yang akan lengser dari label di SPBU, karena BBM jenis Premium juga bakal bernasib sama. Sebenarnya hal ini tidak mengherankan, karena penghapusan bensin RON 88 alias Premium telah menjadi salah satu poin rekomendasi dari Tim Reformasi Tata Kelola Migas pada bulan Mei 2015. Pangsa pasar Premium pun mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari sebelumnya di atas 70% menjadi hanya 44% pada akhir 2016.

Premium baru bisa berhenti dijual tahun 2023? (Foto: Kompas)

Meski begitu, Premium nampaknya bakal sedikit berumur lebih panjang dari Pertamax Plus. Sebabnya, sebagian besar kilang minyak di Indonesia saat ini masih didesain untuk memproduksi Premium. Waktu yang dibutuhkan untuk memodifikasi dan mengkonversi kilang-kilang yang ada agar bisa memproduksi bensin dengan kadar oktan di atas 88 pastinya tidak sebentar dan diperkirakan baru selesai pada tahun 2023.

Pertalite mulai menggeser keberadaan Premium (foto : harianjogja.com)

Tak hanya itu, status Premium saat ini adalah sebagai BBM penugasan (Public Service Obiligation/PSO) meski tak lagi disubsidi. Ini berarti penghentian suplai Premium bergantung pada kebijakan Pemerintah. Jika Pemerintah masih menugaskan Pertamina memproduksi Premium, maka Premium akan tetap ada, meskipun harus diakui saat ini penggunanya berkurang pesat sejak ada Pertalite.

1 KOMENTAR

  1. Saya salut dengan PT Pertamina nyaris dari segala aspeknya (Bahan Bakar, Pelumas, Gas Elpiji, Vigas, Envogas). Berbincang2 soal BBM khususnya Bensin Performa Tinggi seperti Pertamax Turbo RON 98 saya kira kadar Oktannya terlalu tinggi untuk Mobil Biasa, misalnya untuk menjalankan Mobil Sedan kecil seperti mayoritas armada Taksi Silver, Blue Bird (bukan Honda Mobilio), Orenz, dll apalagi untuk konsumsi Mobil MPV Kelas Menengah seperti Toyota Kijang Innova. Bensin dengan RON 98 sepertinya lebih cocok untuk BBM Moge (Harley Davidson), Mobil2 tipe Sport (Lamborghini) dan Mobil2 super mewah spt Jaguar, BMW, Mercedes Benz, Roll Royce, dll.
    Intinya, saya melakukan kesalahan kalau saya mengisi Bensin dengan RON 92 ke atas untuk BBM kendaraan biasa.

LEAVE A REPLY