Inilah Penyebab Penjualan Mobil Amerika Sulit Naik

Inilah Penyebab Penjualan Mobil Amerika Sulit Naik

731
0
BERBAGI
(foto : Carscoops)

Beberapa bulan belakangan ini sering tersiar berita tentang kesulitan finansial yang diderita oleh perusahaan-perusahaan otomotif asal Amerika Serikat. Kebanyakan, kesulitan finansial itu disebabkan oleh sulitnya penjualan produknya, bahkan di Amerika sendiri yang notabene menjadi negara kelahiran mereka. Mobil-mobil Amerika ini terlihat seperti sudah kehilangan cinta dari masyarakat Amerika sendiri.

Sebuah penelitian baru-baru dilakukan oleh iSeeCars, studi baru ini menunjukkan bahwa di Amerika Serikat, 10 model mobil yang dipertahankan pemiliknya selama 10 tahun atau lebih didominasi oleh Toyota, Honda, Subaru dan Lexus. Nah lo, berarti masyarakat Amerika sendiri lebih cinta mobil Jepang daripada mobil buatan negaranya sendiri? Penelitian yang dilakukan oleh iSeeCars menunjukkan bahwa bukan hanya model SUV dan minivan Jepang saja yang menjadi favorit di Amerika, tetapi juga hibrida seperti Toyota Highlander, yang ada di peringkat pertama, kemudian Toyota Prius dan Lexus RX.

10 Besar Dari Jepang Semua

iSeeCars telah melakukan analisis kepada lebih dari 2,5 juta mobil bekas model tahun 1981-2006, yang dijual antara 1 Januari dan 30 Oktober 2016. “Sepuluh besar mobil yang awet digunakan rakyat Amerika adalah merek Jepang, di mana bukan suatu kejutan, karena merek ini memiliki reputasi baik dari sisi keandalan. Namun, yang mengejutkan adalah urutannya,” ujar Phong Ly, CEO iSeeCars. “Ini jenis mobil yang cenderung digunakan sebagai mobil keluarga, sehingga mereka mungkin berharap untuk disimpan selama bertahun-tahun, terutama saat pemiliknya membeli ketika memulai keluarga baru,” tambah Phong Ly.

Toyota Highlander, menempati posisi pertama (foto : Truck Trend Network)

Pabrikan-pabrikan Amerika tentu saja harus merasa khawatir atas keadaan ini, karena mau tidak mau, pasar terbesar penjualan mereka tetap ada di Amerika. Penjualan di negara lain sepertinya tidak bisa diandalkan untuk menjadi yang utama. Tetapi walau begitu, saat ini perusahaan-perusahaan Jepang juga sedang khawatir terkait pemimpin baru Amerika, yang mulai menggelorakan paham “Buy American”. Hal ini tentu saja bisa mengancam bisnis mereka di sana yang sudah berakar cukup dalam, apalagi dengan kebijakan-kebijakan baru yang dibuat oleh Donald Trump, termasuk kebijakan bisnisnya, para perusahaan asing sudah selayaknya untuk ikut khawatir.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY