Menguji Ketangguhan Mitsubishi All New Pajero Sport di Kaki Merapi

1109
0
BERBAGI

Beberapa waktu lalu, Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) menggelar pemilihan mobil terbaik di Indonesia 2016. Dalam ajang tersebut, Mitsubishi All New Pajero Sport keluar sebagai jawara dan menyisihkan mobil-mobil baru lainnya yang telah meluncur di Indonesia. Melihat prestasi ini, kami tertarik untuk membuktikan keampuhan SUV terbaru Mitsubishi tersebut di medan yang mempunyai beragam jenis trek.

Melalui berbagai pertimbangan, kami sepakat untuk menguji Pajero Sport di kaki gunung Merapi. Unit yang dicoba adalah Pajero Sport Dakar 4×2. Kenapa bukan tipe yang tertinggi (Dakar 4×4)? Sederhana saja, sebagai sebuah SUV yang dirancang untuk mampu menghadapi berbagai medan, kami ingin membuktikan kemampuannya meski tidak dibekali sistem penggerak empat roda yang kerap dijumpai pada kendaraan offroad. Jika mobil ini mampu, maka gelar mobil terbaik tahun ini rasanya masuk akal.

Erupsi Merapi dan Imbasnya

Pada tahun 2010 silam, Merapi sebagai salah satu gunung berapi teraktif di dunia mengalami erupsi. Letusannya memakan banyak korban jiwa, termasuk Mbah Maridjan yang menjadi juru kunci Merapi. Selain itu, banyak bangunan termasuk rumah warga yang luluh lantak akibat terjangan lahar.

Kondisi alam sekitar pun turut berubah dengan banyaknya daerah yang jadi berkontur buruk. Boleh dibilang, kaki Merapi menjadi lokasi terbaik untuk menjajal SUV ini karena memiliki jalanan beraspal halus, beraspal rusak, berpasir, berbatu, menanjak, menurun, berlumpur dan banyak genangan air maupun sungai kecil.

Eksterior

Kami tidak akan membahas terlalu detail perihal desain eksterior maupun interiornya, karena kami memlih untuk berfokus pada hal-hal yang signifikan saja. Sebagai bekal melibas berbagai medan, Pajero Sport menggunakan velg berukuran 18 inci dengan ban berjenis All Terrain. Meskipun akan lebih membantu jika menggunakan ban berkontur kasar (ban pacul), namun ban standarnya sudah cukup membantu meskipun masih ada efek selip di beberapa kondisi. Hal ini masih didukung pula dengan ground clearance mobil yang cukup tinggi: 218 mm. Melibas sungai kecil atau kubangan air pun tidak perlu ragu karena water wading mobil ini mencapai 70 cm.

Pada bagian belakang, kami cukup memahami kenapa banyak orang yang mempermasalahkan desainnya, termasuk penggunaan lampu belakang bermodel air mata. Setidaknya, kami menangkap dua keuntungan dari hal tersebut. Pertama, desain pantatnya yang agak mengecil dan terlihat kurang proporsional terasa amat membantu saat digunakan untuk berjalan mundur pada jalan yang menurun, terutama yang berbatu. Dengan desain seperti inilah kami tidak perlu khawatir bagian belakang mobil terantuk atau nyangkut di bebatuan. Keuntungan kedua terkait desain lampu belakangnya. Menurut kami, meskipun desainnya tidak mudah diterima banyak orang, tapi ini memberikan Pajero Sport sebuah ciri khas. Artinya, dalam kondisi gelap sekalipun kita bisa mengenali mobil ini berkat desain lampu tersebut. Jadi, boleh dibilang desain ini cukup cerdik sebenarnya, walaupun memang semua kembali ke selera pribadi.

Interior

Pindah ke dalam, kita masih bisa menjumpai banyak material keras pada mobil ini. Tapi kami rasa itu semua masih bisa ditolerir. Kalau yang tidak bisa ditolerir sih soal wood panel di tengah yang terkesan murahan. Aksen piano black justru lebih elegan untuk diterapkan pada mobil ini. Berhubung unit test drive kami adalah Dakar 4×2, maka kita tidak akan menemukan adanya pengaturan super select yang ada pada Dakar 4×4. Meski begitu, mobil ini dibekali dengan stability control dan traction control yang didukung oleh pengereman dengan ABS+EBD+BA sehingga membuat kami masih cukup percaya diri mengujinya seekstrim mungkin.

Kami yakin Anda sudah paham jika Pajero Sport yang masuk ke Indonesia mengalami banyak pemangkasan fitur. Bahkan jika dibandingkan ‘mobil sebelah’, Pajero Sport hanya memiliki dua buah airbag saja. Melihat harga jualnya di Indonesia, kami masih bisa memahami alasan pemangkasan ini, karena jika kita mendapatkan Pajero Sport berfitur selengkap di Thailand atau negara lain, entah berapa harga jual mobil ini. Selain itu, kami juga sependapat dengan ucapan salah seorang petinggi Mitsubishi yang menyebutkan bahwa fitur-fitur yang dipangkas adalah fitur-fitur yang paling tidak banyak digunakan di Indonesia.

Soal kenyamanan, kami akui Pajero Sport memiliki poin tersebut. Selain kabin yang senyap, joknya pun nyaman termasuk pada bagian penumpang belakang. Sebagai sebuah SUV yang berbadan besar dan identik dengan gejala limbung, Pajero Sport masih bisa membuat penumpang di dalamnya duduk dengan nyaman. Adanya fitur sunroof juga menjadi nilai plus bagi mobil ini.

Performa

All New Pajero Sport mendapatkan mesin baru berkapasitas 2.400 cc dengan tenaga 181 PS dan torsi 430 NM. Ini tentunya lebih besar dari mesin sebelumnya yang berkapasitas 2.500 cc bertenaga 178 PS dan torsi 350 NM. Selain itu, transmisi yang digunakan adalah otomatis 8-percepatan. Ini memberikan keuntungan tersendiri dimana rasio gigi jadi lebih rapat dan memudahkannya meraih tenaga lebih cepat. Saat kami coba untuk berakselerasi, muntahan tenaganya amat terasa dan kami tak heran lagi ketika mobil ini mampu bersaing dengan mobil offroad yang banyak berkeliaran di kaki lereng Merapi.

Untuk area Yogyakarta, mobil ini dijual dengan harga Rp 514 jutaan. Memang terbilang mahal, namun apa yang didapatkan kami rasa cukup sebanding, mulai dari performa mesin yang bandel, kabin yang nyaman, suspensi yang empuk, dan lain-lain. Kekurangannya, dengan harga semahal itu, fitur penunjang keselamatannya masih terbilang standar. Saat diproduksi di Indonesia pada tahun 2017 nanti, kami harap Mitsubishi mulai memberikan peningkatan lagi bagi mobil ini.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY