Restorasi Datsun 240Z Fairlady ala JDM Legends

Restorasi Datsun 240Z Fairlady ala JDM Legends

878
0
BERBAGI
(foto : JDM Legends)

Mobil Legendaris yang sudah termakan umur bukan berarti harus redup juga pesonanya. Di tangan yang tepat, mobil tua yang pernah menjadi legenda pada jamannya akan bisa kembali bersinar di jaman modern, seperti yang terjadi pada Datsun Fairlady lansiran tahun 1973 ini. Lama tidak dirawat oleh pemiliknya, dan harus rela tinggal di gudang selama bertahun-tahun, akhirnya nona cantik ini ditemukan oleh orang yang tepat.

Cerita ini datang dari rumah modifikasi dan restorasi khusus mobil Jepang di Amerika, JDM Legends. Beberapa bulan lalu, JDM Legends berhasil menyelesaikan proyek restorasi sebuah Datsun Fairlady yang tadinya ditemukan dalam keadaan yang sangat mengenaskan. JDM Legends yang mengkhususkan diri untuk merestorasi dan memodifikasi mobil-mobil Jepang eksotis pun lalu membawanya pulang dan melakukan restorasi besar-besaran. Akhirnya, mobil yang tadinya terlihat usang pun jadi terlihat sangat mempesona.

Restorasi Hingga Bagian Terdetail

Dari foto-foto yang diunggah di laman Facebook JDM Legends, dapat dilihat bahwa restorasi yang dilakukan tidak main-main. Semua sektor pada Fairlady terkena sentuhan restorasi, tidak terkecuali baut-baut kecilnya. Hampir semua bagian mendapat pembaruan, sedangkan bagian yang masih bisa diperbaiki, mendapat sentuhan restorasi.

Baut-baut dan bagian-bagian terkecil pun mendapat sentuhan restorasi (foto : JDM Legends)

Mulai dari bagian bodi dan sasis yang sudah mulai keropos di beberapa bagian, mendapat penggantian plat. Desain lekukan dan fungsinya dikembalikan ke bentuk aslinya, sehingga dari luar tidak terlihat jika mobil ini adalah hasil restorasi.

Penggantian plat-plat yang keropos, mengembalikan kepada bentuk aslinya (foto : JDM Legends)

Setelah itu, bagian interior pun tidak kalah diperhatikan. Dashboard tetap menggunakan asli bawaan Fairlady, tetapi mendapat tambahan indikator yang diperlukan, seperti spidometer, takometer, amperemeter, dan beberapa indikator lainnya. Pendingin udara bawaan yang sudah terlihat usang pun diistirahatkan, diganti dengan perangkat pendingin udara baru yang tentu saja membutuhkan penyesuaian khusus.

Dashboard dan panel-panel, bersih! (foto : JDM Legends)

Sektor mesin pun tidak dibiarkan standar. Bagian-bagian mesin yang sudah aus mendapat pembaruan, dan bagian yang sudah tidak layak di-rebuild. Mesin tetap mengandalkan komponen pengkabutan bahan bakar model lawas, karburator. Tanpa ditutup air filter, mulut karburator 6 barrels pun dibiarkan menganga dengan tambahan velocity stack. Aliran udara yang lancar, dan pengkabutan bahan bakar yang sempurna tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan sistem pengapian yang bagus. Sektor pengapian pun juga mendapat tambahan rangkaian ignition control MSD 6AL untuk menjamin kestabilan api di ruang bakar. Demi menjamin suplai kelistrikan yang cukup, alternator bawaan yang hanya mampu menyuplai listrik sebesar 60 Amp pun ditanggalkan kemudian menggantinya dengan altenator berdaya 90 Amp. Selesai itu, cover head cilynder pun di-finishing dengan cara powder coating.

Sektor dapur pacu pun tidak kalah rapi, semua demi estetika visual yang sempurna (foto : JDM Legends)

Estetika esterior yang baik tidak akan bisa lepas dari bentuk kaki-kaki. Paling utama, ban dan pelek akan menyumbang estetika visual yang lumayan besar. Tidak mau mobilnya terlihat cacat, JDM Legends pun memasangkan pelek Watanabe magnesium berukuran 15″ x 9.5″ -19 untuk depan, dan 15″ x 10″ -25 di belakang, sedangkan pilihan ban jatuh pada Toyo Tires ukuran 225/50/15 dan 235/50/15. Ban dan pelek lebar ini pun membutuhkan over fender untuk menghalau cipratan lumpur. Shock asli juga diistirahatkan dan digantikan oleh sistem peredam kejut coilover. Lalu pada sistem pengereman, JDM Legends memasangkan brakeset Willwood, termasuk mengganti rem tromol di belakang menjadi disc brake.

Datsun 240Z Fairlady keluaran tahun 1973, terlihat baru! sangat baru. (foto : JDM Legends)

Terakhir, bodi mobil yang sudah sempurna ini mendapat sentuhan warna biru metalik yang tetap terlihat klasik dengan paduan over fender dan pelek yang diwarnai senada, yaitu abu-abu metalik. Mobil ini terlihat sangat baru. Rasa-rasanya, jika dipakai jalan di jalanan Indonesia, pengguna jalan lainnya tidak akan bisa menolak pesonanya, dan pasti akan sedikit curi-curi pandang. Salut kepada sang builder! 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY