Dijatuhi Denda Maksimal, Inikah Akhir Kasus Takata?

Dijatuhi Denda Maksimal, Inikah Akhir Kasus Takata?

264
0
BERBAGI
(Foto: Youtube)

Perusahaan pembuat suku cadang asal Jepang, Takata Corp, memang tengah dirundung krisis gara-gara perangkat airbag buatannya kerap bermasalah hingga membuat para pabrikan pengguna produk Takata terpaksa melakukan recall yang tentunya merugikan mereka.

Kasus ini jelas berdampak besar pada industri otomotif dunia, karena Takata termasuk dalam tiga perusahaan terbesar penyedia airbag untuk merk-merk mobil ternama. Bersama dua perusahaan airbag lainnya, yakni Autoliv dan TRW Automotive Holding Corp, Takata bisa mendapatkan 75 persen pasar perangkat airbag.

Wajib Membayar Denda

Akibat permasalahan recall yang terus muncul ini, banyak pabrikan otomotif mulai meninggalkan Takata dan memilih untuk menggunakan perangkat airbag buatan produsen lain. Hal ini tentunya membuat kondisi keuangan Takata semakin mengenaskan, apalagi Takata juga harus membayar denda karena bertanggung jawab terhadap recall 84 juta mobil yang beredar di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang. Ini belum termasuk negara-negara lain yang mencoba mempidanakan Takata akibat kesalahannya.

CEO Takata Shigehisa Takada saat mengumumkan niat untuk mengundurkan diri dari jabatannya akibat kasus airbag (Foto: driven)

Departemen Pengadilan Amerika Serikat mencoba untuk mencarikan jalan keluar agar Takata sebagai suplier airbag yang mencelakakan mengaku bersalah dan diwajibkan untuk membayar denda maksimal US$ 1 Milliar atau sekitar Rp 13,48 trilliun agar kasus ini segera selesai. Tak berhenti di situ, Departemen Peradilan juga akan mengharuskan Takata untuk dipantau praktek kerjanya oleh tim audit.

Dianggap Menipu

Melihat apa yang telah terjadi, rasanya wajar jika Takata mendapat hukuman berat. Dari hasil investigasi, Takata dianggap telah melakukan penipuan dengan mengeluarkan pernyataan menyesatkan pada para pemakai produknya dan menutupi informasi terkait airbag yang berpotensi meledak dan berbahaya karena menyebarkan serpihan tajam.

Takata dianggap menipu para produsen mobil yang menggunakan produknya (Foto: IBtimes)

Menurut catatan, 11 korban kehilangan nyawanya gara-gara malfungsi airbag Takata, sementara 184 lainnya mengalami luka serius saat airbag mengembang. Saat ini di Amerika Serikat saja sudah terdapat 19 produsen mobil yang sedang dalam tahap me-recall produknya karena ditemukan sebanyak 70 juta airbag yang berpotensi pecah. Kasus Takata menjadi kasus recall terbesar yang pernah terjadi sepanjang sejarah otomotif Amerika Serikat dan tuntutannya berkembang ke seluruh dunia yang membuat banyak negara mengambil kebijakan untuk memperbaiki regulasi terkait keselamatan dan keamanan berkendara.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY