Trump Mulai Beraksi, Kali ini Ancam Toyota

Trump Mulai Beraksi, Kali ini Ancam Toyota

788
0
BERBAGI
(foto : Saauto)

Calon presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump sudah mulai banyak membuat kebijakan-kebijakan baru di dunia perekonomian. Calon presiden yang baru akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2017 nanti ini memang dikenal mempunyai pemikiran-pemikiran aneh yang tidak disukai kebanyakan orang. Salah satu industri yang mungkin akan menjadi korban pemikiran-pemikiran anehnya adalah industri otomotif.

Trump yang juga dikenal rasis ini terlihat tidak suka dengan mobil-mobil buatan negara selain Amerika, dapat dilihat dari kampanyenya yang menyuruh warga Amerika untuk membeli mobil buatan Amerika dan mempersulit langkah pabrikan-pabrikan dari luar Amerika untuk bergerak di Amerika. Salah satu perusahaan yang baru saja kena semprot kalimat pedas Trump adalah Toyota.

Sulit Berkembang

Trump berkicau di media sosial Twitter yang isinya adalah sebuah ancaman terhadap Toyota terkait pajak. “Toyota Motor menyatakan akan membangun pabrik baru di Baja, Meksiko, untuk memproduksi Corolla untuk pasar AS. Tidak Akan. Bangun pabrik di AS atau bayar pajak yang tinggi,” kicaunya di Twitter. Pada April 2015, Toyota mengumumkan akan membangun pabrik baru di Guanajuato, Meksiko. Pabrik Toyota di Baja saat ini memproduksi 100 ribu unit kendaraan jenis pikap dan truk per tahun. Sementara pabrik di Guanajuato akan memproduksi Toyota Corolla dengan kapasitas produksi 200 ribu unit per tahun mulai 2019.

Kicauan Trump di Twitter yang bernada ancaman kepada Toyota (sumber : Screenshot Twitter)

Walaupun dibayang-bayangi dengan banyak kebijakan aneh dari Trump, Toyota menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen menjalin kerja sama dengan pemerintahan Donald Trump. “Toyota berharap dapat berkolaborasi dengan pemerintahan Donald Trump untuk memberikan pelayanan terbaik bagi konsumen serta industri automotif,” ungkap Juru Bicara Toyota Motor, Scott Vazin. Sementara itu menurut Akio Toyoda, President Toyota, mengatakan bahwa Toyota masih menunggu sampai pelantikan Donald Trump pada 20 Januari sebelum memutuskan apakah akan mengubah rencana membangun pabrik atau tidak.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY