Honda Odyssey yang Baru Kok Mirip Mobilio?

Honda Odyssey yang Baru Kok Mirip Mobilio?

750
0
BERBAGI
(foto : Autoweek)

Jika mendengar nama Odyssey, maka ingatan saya langsung melayang kembali ke era sekitar tahun 2006 dimana produk MPV dari Honda ini menjadi mobil andalan para muda-mudi yang berasal dari keluarga kaya raya. Di benak kalangan anak muda waktu itu, Odyssey memiliki image yang luar biasa mewah dan mahal. Maka tidak heran jika ada anak muda yang naik Odyssey di keramaian anak-anak mobil pasti namanya akan langsung stand out, terkenal.

Tapi seiring berkembangnya jaman dan gempuran referensi kultur mobil dari berbagai belahan dunia, nama Odyssey perlahan-lahan memudar dan hampir terlupakan. Nah, belum lama ini, di North American International Auto Show (NAIAS) 2017, Honda Odyssey baru saja menunjukkan generasi terbarunya. Honda Odyssey ini dikabarkan menjadi minivan paling populer selama tujuh tahun belakangan di pasar Amerika Serikat.

Khusus Pasar Amerika Utara

Odyssey terbaru ini adalah model untuk penjualan tahun 2018, dan Odyssey yang ditampilkan ini merupakan Odyssey yang khusus dijual untuk pasar Amerika Utara. Odyssey regenerasi yang kelima ini berbeda dengan model internasional yang berbasiskan Odyssey JDM (Japanese Domestic Market), masih beredar Odyssey generasi kelima sejak 2013, sama halnya yang dipasarkan di Indonesia. Jadi, untuk model terbaru ini bukan untuk dijual di kawasan Asia maupun Indonesia.

Honda Odyssey 2018, bentuknya lebih mirip Mobilio! (foto : Autoweek)

Sejujurnya, ketika pertama kali saya melihat gambar Odyssey terbaru ini, saya sedikit agak geli. Bagaimana tidak, ketika melihat lekukan pada bagian sampingnya, alih-alih tergambar citra mobil mewah seperti tahun-tahun lalu, saya malah langsung teringat Honda Mobilio! Bisa dilihat dari garis bahu samping yang menukik turun di pilar-C dan efek floating roof berkat kaca belakang yang menyapu ke pilar-D. Lalu jika dilihat dari dimensi keseluruhan, mobil  ini tetap mirip seperti Mobilio: ramping, rendah, hanya saja badan Odyssey lebih bongsor. Untung saja mobil ini tidak masuk ke Indonesia, jadi bisa sedikit terhindar dari celaan-celaan para pengamat otomotif Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY