Begini Cara Hyundai Indonesia Jaga Nilai Pasaran Mobil Bekasnya

Begini Cara Hyundai Indonesia Jaga Nilai Pasaran Mobil Bekasnya

428
0
BERBAGI
Booth Hyundai di IIMS 2016 (Foto: Ototaiment)

Di Indonesia, kebanyakan konsumen mobil mempunyai pertimbangan mengenai harga jual kembali saat berniat membeli sebuah mobil. Mereka biasanya takut harga mobil yang dibelinya akan jatuh saat dijual kembali suatu saat nanti, terlebih jika mobil yang dibeli bukan dari merek-merek favorit yang namanya telah bercokol lama di Indonesia.

Menyiasati hal ini, Hyundai Mobil Indonesia (HMI) memiliki cara khusus agar para konsumennya tidak khawatir dengan hal tersebut. Secara sederhana, HMI menyatakan siap menampung jika ada konsumen yang berniat menjual mobil Hyundai miliknya.

Jaminan Sertifikat

HMI memang tidak serta-merta menampung mobil konsumen yang berniat menjual mobilnya. Menurut HMI, pihaknya memberikan jaminan berupa Buy Back Guarantee yang telah diberikan sejak tahun 2005. Jaminan ini berlaku selama tiga tahun atau 65.000 km.

Hyundai memberikan sertifikat Buyback Guarantee bagi konsumennya (Foto: Ototaiment)

Penjelasannya, jika mobil yang akan dijual oleh konsumen masuk dalam periode tahun pertama atau mencapai angka odometer 20.000 km, HMI bakal menghargainya sebesar 85 persen dari harga off the road setelah dikurangi diskon. Selanjutnya pada periode tahun kedua (40.000 km), jaminan dibeli 75 persen dan pada periode tahun ketiga (65.000 km) dibeli 70 persen.

Keuntungan Bagi Konsumen

Melalui cara ini, HMI menjelaskan bahwa konsumen akan diuntungkan karena mendapat kepastian mobil bekasnya dapat terjual. Keuntungan ini juga akan didapatkan oleh perusahaan pembiayaan yang mewakili konsumen pengangsur sebab mobil tarikan juga bisa terjual.

Mobil bekas yang dibeli oleh HMI akan dijual di AutoSafe (Foto: mobilinanews)

Meski demikian, HMI akan tetap melakukan pengecekan terlebih dahulu perihal kesehatan mobil, baru kemudian direkondisi dan dipajang di divisi mobil bekas Hyundai, AutoSafe.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY