Seluk Beluk Dunia Drifting (part 1) : Sejarah Awal Drifting

Seluk Beluk Dunia Drifting (part 1) : Sejarah Awal Drifting

564
0
BERBAGI
(foto : Speedhunters)

Drifting, bagi penggemar berat olahraga dan subkultur kendaraan roda empat tentu saja sudah sangat mengenal istilah ini. Teknik yang juga sudah menjadi subkultur di dunia otomotif roda empat ini sudah semakin sering kita dengar di dunia otomotif Indonesia, terutama sejak tayangnya film Fast n Furious Tokyo Drift dan beredarnya film Initial D the Movie di Indonesia beberapa tahun yang lalu. Sudah ada banyak sekali referensi yang bisa dicari mengenai cara berkendara yang satu, tapi kami melalui artikel ini tidak akan membahas bagaimana cara melakukan drifting, tetapi akan membahas sejarah dan orang-orang yang dianggap banyak berperan di sejarah drifting. Tidak hanyak satu artikel, tetapi kami akan membaginya dalam beberapa artikel, jadi sebaiknya anda duduk santai dan menyiapkan kopi, lalu kami akan membawa anda kembali ke masa awal drifting dimulai.

Pertanyaan pertama bagi kita yang masih awam dengan dunia kendaraan roda empat, “drifting itu apa sih?” Drifting bisa dikatakan sebuah seni dalam berkendara. Seni yang membutuhkan sebuah keterampilan khusus, karena drifting membutuhkan kelincahan kedua kaki dan tangan saat berkendara dengan kecepatan tinggi. Drifting merupakan teknik menyetir di mana pengemudi berusaha membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur dari sisi ke sisi pada kecepatan tinggi, dengan waktu selama mungkin.  Untuk melakukan ini, pengemudi membutuhkan hampir semua perangkat mengemudi seperti setir, gas, rem, kopling, rem tangan yang dioperasikan hampir secara bersamaan. Dari keterangan singkatnya saja sudah terdengar rumit ya?!

Awal Mula Drifting

Banyak referensi yang membahas tentang sejarah drifting, di artikel ini saya akan coba merangkumkannya selugas mungkin. Drifting banyak dikatakan berawal dari dunia balap liar Jepang pada tahun 1960-an, yang dipelopori oleh kalangan balap underground yang dijuluki Rolling Zoku. Mereka awalnya mempraktekkan teknik opposite-lock yang berasal dari balap rally. Tempat yang menjadi laboratorium praktek mereka adaalah jalanan di pegunungan yang berkelok-kelok dan beraspal licin seperti di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka dan Nagano.

Jalanan di pegunungan Hakone menjadi salah satu tempat para pebalap liar belajar teknik drifting (Foto : Speedhunters)

Tahun 70-an, Kunimitsu Takahashi, yang merupakan pembalap legendaris Jepang, mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba membuat bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) saat menikung dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan itu. Teknik ini menjadi heboh ketika Kunimitsu Takahashi, yang juga banyak disebut sebagai bapak pelopor drifting, memperlihatkan aksinya ketika mengikuti All Japan Touring Car Championship (AJTCC) era 1970-an. Kunimitsu menikung dalam kecepatan tinggi hingga keluar pekat dari ban yang bergesekan dengan aspal.

Asap tebal yang berasal dari karet ban yang terbakar. Olahraga ini tidak hanya butuh skill, tapi juga butuh biaya besar (foto : Red Pepper Wallpaper)

Dari situ, para pelaku balap liar pun mulai banyak mencoba dan meramu sendiri teknik meluncur dan membuat mobil bergeser dalam posisi miring selama mungkin saat berada di tikungan. Seiring berkembangnya teknik, balap liar ini kemudian tidak lagi hanya saling beradu kecepatan untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga memperhitungkan keindahan gerak kendaraan saat berbelok. Di lain artikel, nanti akan kami bahas lebih detail tentang jenis-jenis balap liar yang banyak berkembang di Jepang.

Keiichi Tsuchiya, seseorang yang memiliki andil besar dalam dunia drifting Jepang. Artikel selanjutnya akan membahas profile dan latar belakang beliau (foto : Famous Dude)

Sejak dipelopori oleh Kunimitsu Takahashi dan mulai disebarkan oleh Keiichi Tsuchiya, yang belakangan ini diberi julukan raja drift, drifting mulai berubah. Dari yang awalnya teknik mengemudi, bertransformasi menjadi gaya hidup & subkultur, sampai lahan industri dengan omzet bernilai jutaan Dollar! Banyak yang mengakui, bahwa lahirnya drifting itu berasal dari Jepang.

Membuat Kompetisi Resmi

Kita lompati saja proses pengembangan teknik yang dilakukan oleh para pembalap selama bertahun-tahun, karena kita akan memasuki awal sejarah dimulainya kompetisi resmi drifting di Jepang. Entah terinspirasi oleh apa, pada tahun 2001 Daijiro Inada (pendiri Option Magazine dan Tokyo Auto Salon) bersama Keiichi Tsuciya (pembalap turing dan juga Bapak Drifting Profesional) mencetuskan untuk membuat seri kompetisi drifting profesional, yang akhirnya menjadi salah satu kompetisi drifting paling tersohor saat ini, D1 Grand Prix (D1 GP). Faktor yang dipakai untuk menilai pemenang dari kompetisi ini masih sama, bukan hanya yang tercepat, tetapi penilaian kejuaraan drifting lebih banyak berdasarkan persepsi keindahan, selain alat ukur pasti kecepatan ketika masuk titik inisiasi.

Salah satu faktor penilaian adlah keindahan dua mobil yang bersaing saat menari di atas track D1 GP (foto : Nifty)

Era telekomukasi yang membuat pertukaran media semakin cepat turut menambah pesat nuansa drift Tanah Air. Akhirnya Indonesia dipercayakan kebagian menggelar salah satu jatah kejuaraan Formula Drift Asia 2010 ini. Tak hanya Formula Drift, kejuaraan lokal antara lain Achilles Drift Battle (ADB) juga JakDrift yang dimotori Anton Rianto, pemilik sirkuit resmi drifting pertama di Tanah Air.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY