Seluk Beluk Dunia Drifting (part 2) : Keiichi Tsuchiya, Sang Drift King

Seluk Beluk Dunia Drifting (part 2) : Keiichi Tsuchiya, Sang Drift King

1208
0
BERBAGI
(foto : Speedhunters)

“I drift not because it is a quicker way around a corner, but it is the most exciting way…”
-Keiichi Tsuchiya-

Berbicara tentang drifting, dosa rasanya kalau tidak menyertakan nama orang ini ke dalamnya. Seseorang yang dianggap ‘suci’ oleh para penggemar drifting internasional, seorang drift king atau dorikin, Keiichi Tsuchiya. Keiichi Tsuchiya, lahir pada tanggal 30 Januari 1956 di Nagano, Jepang. Berbeda dengan kebanyakan pembalap lain yang berasal dari keluarga berkecukupan & terpandang, Tsuchiya berasal dari keluarga biasa-biasa saja, dan memulai karir balapannya dari dunia balap liar seperti Touge (jenis balap liar di Jepang). Bahkan, beliau pernah kehilangan lisensi balapannya, karena ketahuan mengikuti balap liar, yang tentu saja ilegal.

Pengalaman di dunia balap liar Touge bertempat di trek-trek pegunungan yang sempit, membentuk karakter mengemudi Keiichi Tsuchiya yang dibilang halus namun agresif. Skill saat melibas tikungan pun jauh lebih terlihat menonjol daripada skill saat di jalan lurus. Karakter ini kabarnya terus terbawa oleh Keiichi Tsuchiya sampai di arena balap profesional.

Sejarah Singkat Karir Tsuchiya

Keiichi Tsuchiya memulai karir balap profesionalnya di kejuaraan Fuji Freshman Racing pada tahun 1977. Mulai dari sini, karir Tsuchiya naik dan mulai mengikuti kejuaraan-kejuaraan bergengsi di Jepang seperi Formula 3 Japan, JTCC (Japanese Touring Car Championship) serta Super Taikyu. Di balap profesional ini, Tsuchiya khas memilih warna hijau sebagai identitasnya, helm, dan wearpack, semuanya berwarna hijau. Keiichi Tsuchiya tidak cukup puas dengan prestasi yang dicapainya saat berkompetisi di balapan domestik Jepang, oelh karena itu, Tsuchiya pun melebarkan sayapnya dengan terjun di kancah balap internasional. Gelaran balap seperti NASCAR, dan Le Mans, sudah pernah dicicipi oleh lelaki ini.

Mobil yang menemani karir Tsuchiya selama berada di lintasan balap liar (foto : Farm of Minds)

Nama Keiichi Tsuchiya semakin berkibar saat beliau memasuki masa pensiunnya. Di masa tua ini, namanya justru makin terkenal karena ia bersama legenda tuning Jepang, Daijiro Inada, menjadi pencetus juga sekaligus menjadi juri dari turnamen drift bergengsi, D1GP. Selain itu, ia juga tetap berkiprah di balik layar sebuah team balap turing, dengan menjadi direktur tim ARTA (Autobacs Racing Team Aguri) untuk kelas GT500 (1 tahun) dan GT300, sampai tim ini bubar pada tahun 2005 lalu.

Keiichi Tsuchiya selalu memakai warna hijau sebagai identitasnya di lintasan balap profesional (foto : PMCG Photos)

Sayang, kiprah Tsuchiya di D2GP tidak berlangsung lama karena pada tahun 2010 Keiichi Tsuchiya dan Daijiro Inada resmi meninggalkan kursi juri di D1GP. Keduanya kecewa dengan regulasi D1GP yang dianggap sudah melenceng dari semangat D1GP, yaitu perlu mobil kuat untuk menghasilkan atraksi drift yang mengagumkan. Regulasi ini dikatakan menjadi hal yang memberatkan banyak tim, dan perlu kita ketahui, Tsuchiya adalah seseorang yang memiliki prinsip “what is power without control?” Selepas dari D1GP, kembali bersama Daijiro Inada, ia menyelenggarakan kejuaraan baru, bernama Drift Muscle. Sambutan dari publik drift sangat memuaskan, karena regulasinya tidak memberatkan.

Selalu terlihat humble, dan ramah. Sepertinya Tsuchiya memang tidak sombong (foto : Turnology)

Tidak jauh beda dengan kebanyakan pembalap papan atas di Jepang, Keiichi Tsuchiya juga mendirikan rumah modifikasi. Awalnya, ia mendirikan Kei Office yang menjadi perusahaan manufaktur suspensi spesialis drift, juga terjun di dunia balap sebagai peserta. Dengan suatu alasan, Tsuchiya akhirnya menjual perusahaanya ini, lalu ia kembali membangun sebuah brand bernama DG5, yang juga fokus di bidang suspensi & handling.

Ingatkah anda dengan adegan ini di film Fast n Furious Tokyo Drift? Pemancing berpakaian biru itu adalah Keiichi Tsuchiya (sumber : Film Fast n Furious Tokyo Drift)

Selain sebagai pembalap, Tsuchiya juga akrab dengan dunia entertain karena beliau juga sempat menjadi pembawa acara dalam video terkenal di Jepang, Best Motoring dan Hot Version, video yang banyak membahas mobil-mobil tuning. Tsuchiya juga mempunyai peran di beberapa film, seperti film anime Initial D dan Wangan Midnight yang menggunakan jasa Tsuchiya untuk menjadi editorial supervisor pada bagian pengemudinya. Kabarnya, film Initial D ini juga terinspirasi dari kisah masa lalu Tsuchiya yang mengandalkan AE 86 di lintasan balap liar Touge. Beliau juga sempat menjadi pemeran figuran di film Fast And Furious: Tokyo Drift, berperan sebagai pemancing di pelabuhan tempat Sean belajar drifting.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY