Nissan Indonesia Buat Reality Show di Televisi

Nissan Indonesia Buat Reality Show di Televisi

647
0
BERBAGI
(foto: Nissan Motor Indonesia)

Ajang pencarian bakat yang diadakan oleh Nissan setiap tahun, Nissan GT Academy, tahun ini sedikit berbeda. Nissan akan membuat tayangan reality show untuk Nissan GT Academy tahun 2016 lalu. Program ini rencananya akan ditayangkan di stasiun televisi RCTI pada tanggal 22 Januari 2017 nanti. Hingga saat ini, Nissan menjadi satu-satunya produsen mobil yang menghadirkan wadah unik untuk menginspirasi masyarakat akan dunia balap. “Kami wujudkan melalui kompetisi virtual untuk mencari bakat-bakat terpendam dalam motorsport yang dilanjutkan pembinaan di dunia balap profesional,” kata Antonio Zara atau lebih akrab dipanggil Toti, Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia.

Dengan adanya reality show ini, Nissan berharap dapat menginspirasi masyarakat. Menurut Toti, Nissan GT Academy bisa memberikan inspirasi tidak hanya bagi para gamers, tetapi juga bagi mereka yang bercita-cita menjadi pembalap profesional untuk bersaing di ajang balap internasional.

Kisah Dramatis Tim Indonesia unrtuk Menjadi Pemenang

Toti menjelaskan, di reality show ini akan ditayangkan kisah perjalanan tim Indonesia yang dimulai dari rangkaian seleksi di empat kota di Indonesia. Setelah lolos seleksi, enam finalis kembali beradu kemampuan balap untuk bisa lolos final dan beradu dengan kontestan dari Filipina, Thailand, Meksiko, Australia, Algeria, Mesir, dan Maroko. Dari game virtual yang dimainkan di komputer, permainan ini kemudian menjadi nyata karena finalnya di selenggarakan di sirkuit balap legendaris, Silverstone, Inggris menggunakan mobil Nissan GT-R. Perwakilan Indonesia, Raditya Indera, berhasil keluar sebagai runner up best driver dalam ajang balap internasional Nissan GT Academy di Inggris, Oktober 2016.

Antonio ‘Toti’ Zara sedang menjelaskan tentang reality show Nissan yang akan tayang pada tanggal 22 Januari 2017 nanti (foto : Tempo)

Dalam acara reality TV show ini, Nissan mengajak masyarakat untuk melihat usaha dan tekad Raditya dan para finalis lainnya dalam menyisihkan lebih dari 25 ribu peserta lainnya. Berbagai program harus dilakukan oleh para kontestan untuk mendukung performanya di sirkuit, seperti pembekalan ketahanan fisik, gymkhana dengan mirrored-track, serta tantangan GT-R di pantai. Penonton juga akan disuguhi ketegangan babak final yang terjadi di antara tim Indonesia, Meksiko, dan Maroko.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY