Program Low Carbon Emission Terhambat Gara-Gara Pemerintah dan Pabrikan Saling Tunggu

Program Low Carbon Emission Terhambat Gara-Gara Pemerintah dan Pabrikan Saling Tunggu

245
0
BERBAGI
(Sumber : lanesschoolofdriving)

Jika melihat perkembangan industri otomotif dalam negeri, boleh dibilang pertumbuhannya cukup cepat dan menggembirakan. Meski begitu, di beberapa sektor masih ada ketimpangan terkait regulasi maupun keterbatasan lainnya, termasuk urusan emisi yang hingga kini masih ditanggapi angin-anginan di Indonesia.

Seperti kita ketahui, saat ini masyarakat otomotif dunia tengah menyoroti permasalahan emisi yang akan ditekan sekecil mungkin. Beberapa kota besar dunia bahkan sampai membuat kebijakan pelarangan kendaraan pribadi lewat di pusat kota. Lantas, apa yang akan dilakukan Indonesia untuk mengurangi tingkat polusi berlebih di negara ini?

Program Low Carbon Emission

Pemerintah sebenarnya sejak beberapa tahun lalu telah berwacana untuk menggalakkan program Low Carbon Emission (LCE). Menurut beberapa kalangan, dengan adanya program ini, maka pabrikan akan termotivasi menghadirkan produk yang lebih ramah lingkungan serta rendah emisi. Masalahnya, hingga kini program tersebut tak kunjung direalisasikan. Ada apa gerangan?

Nissan X-Trail Hybrid memang sudah masuk Indonesia, namun masih diproduksi dari luar negeri (Foto: Nissan)

Davy J Tuilan, Vice President Sales & Marketing Nissan Motor Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah siap dan memiliki produk-produk yang ramah lingkungan dan rendah emisi. Davy mencontohkan adanya sejumlah model mobil Nissan yang memiliki teknologi hybrid dan cocok digunakan di Indonesia. Sayangnya, molornya regulasi LCE membuat Nissan Indonesia belum memproduksi mobil hybrid di dalam negeri.

 

Saling Tunggu

Jika mendengar penuturan Davy tadi, dapat kita simpulkan bahwa pabrikan sebenarnya telah siap untuk memunculkan produk ramah lingkungan dan rendah emisi. Mereka hanya menunggu ketuk palu dari pemerintah terkait program LCE. Saat ini, di Indonesia mobil hybrid dinilai memiliki dua mesin sehingga pajaknya lebih tinggi dari mobil konvensional. Alhasil, harga mobil hybrid jadi terdongkrak mahal. Adanya regulasi LCE diharapkan mampu mengubah kebijakan lama tersebut.

Lalu lintas yang penuh polusi karena emisi gas buang tinggi (Foto: Huffington post)

Permasalahannya, pemerintah ternyata juga menunggu permintaan dari pihak pabrikan untuk mengeluarkan regulasi LCE. Hal ini tentu saja membuat proses gol program LCE tertunda-tunda karena kedua belah pihak saling tunggu tanpa adanya inisiatif. Menurut Yan Sibarang Tandiele, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan Kemenperin, Kemenperin menunggu adanya proposal dari produsen mobil untuk memproduksi kendaraan hybrid, baru akan dikeluarkan skema LCE.

Siapa Lebih Dulu?

Davy J Tuilan (Foto: Kompas)

Meskipun terkesan tidak ada ujungnya, namun Davy mengatakan bahwa pihak yang lebih berkepentinganlah yang pasti akan mulai duluan. Menurutnya, Kementerian Perindustrian memang telah beberapa kali menanyakan kapan usulan dari masing-masing produsen masuk. Namun, bagi Davy hal tersebut menyusahkan, jika usulannya satu per satu dari masing-masing produsen mobil di Indonesia, dengan waktu yang berbeda, menurut Davy visibility studinya tidak akan pernah goal.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY