Rolls-Royce Kena Denda Karena Melakukan Suap, Termasuk di Indonesia!

Rolls-Royce Kena Denda Karena Melakukan Suap, Termasuk di Indonesia!

530
0
BERBAGI
Rolls-Royce terkena skandal suap di beberapa negara (Foto: Reuters)

Sebuah kabar mengejutkan datang dari produsen mesin jet dan mobil mewah asal Inggris, Rolls-Royce. Pabrikan ini dijatuhi denda sebesar 671 Poundsterling atau sekitar Rp 11 triliun akibat permasalahan suap yang dilakukannya.

Rolls-Royce disebut telah melakukan penyuapan untuk melancarkan penjualan mesin pesawat jetnya kepada sejumlah maskapai di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Nigeria, Rusia, India dan China. Wah!

Dirut Garuda Indonesia Terlibat

Lembaga antikorupsi dan suap di Inggris, Serious Fraud Office (SFO), menemukan kasus ini hampir bersamaan dengan ditetapkannya mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar oleh KPK karena diduga menerima suap terkait pembelian pesawat Airbus A330 dengan mesin Rolls-Royce. Akibat penemuan ini, Rolls-Royce meminta maaf tanpa syarat atas kasus-kasus yang terjadi dalam rentang waktu hampir 25 tahun terakhir.

Indonesia menjadi salah satu negara yang terseret skandal ini (Foto: ibtimes)

Tak cukup dengan permintaan maaf, pengadilan Inggris memerintahkan Rolls-Royce membayar denda dan biaya sebesar 497 juta Poundsterling atau sekitar Rp 8,1 triliun ke kantor SFO. Rolls-Royce juga diwajibkan membayar denda sebesar USD 170 juta atau sekitar Rp 2,2 triliun kepada Departemen Kehakiman AS, dan USD 26 juta atau sekitar Rp 346 miliar kepada para regulator Brasil.

Rincian Kasus Dugaan Suap Rolls-Royce

Suap yang dilakukan Rolls-Royce di beberapa negara dilakukan dengan beragam cara, berikut diantaranya:

1. Indonesia

Para staf senior Rolls-Royce diketahui telah memberikan uang senilai USD 2,2 juta (setara Rp 26 miliar) dan mobil Rolls-Royce Silver Spirit untuk seorang perantara. Pemberian ini diduga sebagai imbalan karena sang perantara ‘menunjukkan jalan’ untuk Rolls-Royce terkait kontrak untuk mesin tipe Trent 700 (biasanya dipakai Airbus A330) yang digunakan pada pesawat terbang.

2. China

Rolls-Royce disebut membayar USD 5 juta (sekitar Rp 66 miliar) untuk CES yang merupakan maskapai penerbangan milik negara, saat negosiasi penjualan mesin Trent 700. Uang tersebut digunakan untuk membayar karyawan maskapai penerbangan Cina mengikuti kuliah dengan gelar akhir MBA selama dua minggu di Universitas Columbia. Tak hanya itu, Rolls-Royce juga memberikan akomodasi hotel bintang empat serta kegiatan ekstrakurikuler mewah.

3. Thailand

Rolls-Royce membayar perantara sebesar USD 18,8 juta (sekitar Rp 240 miliar) yang sebagian dibagikan untuk perorangan kepada para agen dari pemerintahan Thailand dan karyawan Thai Airways. Para perantara ini diharapkan membantu Rolls-Royce mendapatkan deal penjualan mesin Trent 800 ke Thai Airways.

Tanggapan Rolls-Royce

Warren East, eksekutif Rolls-Royce (Foto: business finance)

Terkait kasus ini, Kepala Eksekutif Rolls-Royce Warren East mengatakan bahwa apa yang ditemukan dalam penyelidikan oleh SFO dan otoritas lainnya terjadi di masa lalu dan tidak berarti menjadi cermin kegiatan bisnis Rolls-Royce saat ini. Rolls-Royce mengumumkan permintaan maafnya dan mulai merombak strategi sistem, pelatihan, tata kelola, dan etika perusahaan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY