Seluk Beluk Dunia Drifting (part 3) : Nobushige Kumakubo, Pelopor Subkultur Drift

Seluk Beluk Dunia Drifting (part 3) : Nobushige Kumakubo, Pelopor Subkultur Drift

735
0
BERBAGI
Nobushige Kumakubo (foto : sport.ru)

Setelah cerita tentang sang raja drift, Keiichi Tsuchiya, orang selanjutnya yang pantas masuk ke dalam sejarah drift adalah Nobushige Kumakubo. Nobushige Kumakubo, lahir pada tanggal 10 Februari 1970 di Fukushima, Jepang. Beliau lahir dari keluarga kaya yang memiliki tanah luas di pedesaan Fukushima. Tidak jauh beda dengan Keiichi karena lahir di desa, maka beliau pun sudah sangat akrab dengan jalan pegunungan yang berkelok-kelok tempat para pembalap Touge (masih penasaran kan sama Touge? hehehe) menguji skill. Nobushige akrab dengan nama panggilan Kuma, yang dalam bahasa Jepang berarti beruang. Kuma adalah pebalap kawakan dari tim drift papan atas, Team Orange, selain itu, beliau juga merangkap menjadi manajer dari sirkuit yang sudah dianggap seperti ‘tanah suci’ bagi para drifter, Ebisu.

Awal karir di dunia otomotif sudah dimulai oleh Kuma sejak umur 5 tahun. Dunia motorcross adalah dunia yang digelutinya, bahkan saat usia remaja, Kuma sudah menjadi salah satu pebalap terbaik yang dimiliki oleh Jepang. Sayang sekali, pada usia 20 tahun Kuma mengalami kecelakaan yang cukup parah, hingga tidak bisa melanjutkan karirnya di dunia motorcross lagi. Dalam kondisi frustasi, Kuma mulai mengenal salah satu olahraga otomotif lainnya dari staff sirkuit Ebisu yang sedang bermain drift di sirkuit Ebisu, ketika Kuma sedang menjaga sirkuit Ebisu pada malam hari. Perlu diketahui, sirkuit Ebisu dibangun di atas lahan milik keluarga Kuma, tidak heran jika sejak kecil Kuma sudah terbiasa di lingkungan otomotif.

Terpukau Harmonisasi Drifting

Awalnya, Kuma memang tidak tertarik dengan dunia roda 4. Tetapi lambat laun, pesona akan indahnya teknik-teknik dan harmonisasi saat pembalap sedang melakukan drifting bisa menimbulkan ketertarikannya. Singkat kat,a Kuma mulai jatuh cinta pada drifting. Dengan niat mempertajam skill diri sendiri dan juga bercita-cita untuk menaikkan kemampuan para pebalap drift, Kuma lalu mendesain & membangun sirkuit tambahan di Ebisu.

Salah satu sirkuit yang ada di komplek Ebisu, Tokyo (foto : Speednik)

Kuma tidak main-main dengan hal ini, bahkan Kuma pernah menaiki sendiri buldozernya untuk membangun sirkuit yang total menjadi 7 sirkuit di Ebisu. Sirkuit ini dinamai sesuai dengan letaknya, Nishi di barat, Kita di Utara, Higashi di Timur, Minami di Selatan, selain itu ada sirkuit lain bernama Drift Land, sirkuit sekolah drifting Team Orange, lalu sirkuit Touge (ikuti terus artikelnya, nanti ada artikel tentang Touge) dan sirkuit unik bernama KuruKuru Island yang cocok untuk sliding dan drifting.

Sirkuit Ebisu yang dipakai untu Touge bahkan dibuat mirip dengan trek aslinya, naik turun (foto : the Motorsport Network)

Berkat tangannya yang berhasil membangun sirkuit spesial drifting, dan sering dipakai untuk kompetisi drifting baik profesional maupun amatir seperti D1GP, D1SL, G1GP, Carboy Dori-Con, Drift Matsuri, BM Cup serta acara buatan Team Orange sendiri seperti Big X, para pecinta drifting lalu menjuluki Ebisu adalah surga dan tanah suci para drifter.

Karir Drifting

Kuma sendiri mengawali karirnya di D1GP pada tahun 2001 bersenjatakan Nissan Skyline R32. Setelah mulai serius di dunia drifting, Kuma pun mulai banyak eksperimennya dengan berbagai mobil, mulai dari Nissan Skyline, Toyota Chaser, lalu Nissan Silvia S15, Kuma lalu membuat eksperimen dahsyat dengan mengubah mobil AWD menjadi RWD. Dibantu oleh tuner legendaris, Susumu Koyama dari JUN Tuning (sekarang di Koyama Racing Labo), Kuma berhasil membawa Subaru Impreza GDB di arena D1GP untuk pertama kalinya. Mengendarai Subarunya, tahun 2005 Kuma berhasil meraih peringkat ke empat, lalu pada tahun 2006 berhasil meraih juara pertama D1GP. Setelah eksperimen dengan Impreza dan bertahan sampai musim 2007, Kuma dan Team Orange & KRL lalu memperkenalkan tunggangan baru mereka, Evo IX dan Evo X.

Mitsubishi Evo X yang digunakan oleh Team Orange milik Kuma (foto : flickr)

Di perjalanan karirnya, publik mulai mengenal Kuma selain karena warna timnya yang serba oranye, juga karena kemampuan tsuiso-(mengejar)-nya yang banyak dibilang sangat sempurna. Bahkan ada yang mengatakan, kemampuan tsuiso Kuma sangat mengerikan, intimidatif, dan presisi, sehingga saat Kuma melakukan pertarungan, mobilnya seperti seorang pemburu yang mengejar buruannya.

Kuma sedang tandem dengan menaiki Subaru Impreza STi (foto : Wallpaper Nation)

Hal lain yang diakui oleh banyak pembalap dan pengamat adalah, Kuma berhasil mempertahankan karakternya walaupun Kuma berganti-ganti mobil yang tentu saja semuanya mempunyai karakter berbeda. Subaru Impreza GDB, Mitsubishi Evo IX dan X, Nissan Silvia S13, S15, dan 180SX, semuanya tunduk dengan kemampuan Kuma.

Dalam semua bidang, pengabdian perlu dedikasi dan loyalitas yang tinggi (foto : Speedhunters)

Dari semua prestasi yang sudah didapatkannya, Kuma tidak lantas menjadi seorang yang sombong. Kuma bukanlah orang yang hanya haus akan prestasi di arena drift saja, tetapi setiap nafas, tetesan keringat juga energinya, didedikasikan Kuma untuk kemajuan dunia drift, dan motorsport Jepang bahkan Internasional. Tidak heran jika Kuma disebut sebagai pelopor subkultur ini, lebih dari itu, Kuma juga layak disebut penjaga subkultur drift.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY