Tak Dapat Dukungan Pemerintah Soal Kendaraan Ramah Lingkungan, Toyota Thailand Jalan Terus

Tak Dapat Dukungan Pemerintah Soal Kendaraan Ramah Lingkungan, Toyota Thailand Jalan Terus

631
0
BERBAGI
Logo Toyota dengan pendar biru jadi pertanda mobil tersebut berteknologi hybrid / listrik (Foto: Reuters)

Beberapa waktu lalu, kami pernah mengulas kabar mengenai maju-mundurnya regulasi LCE (Low Carbon Emission) yang disebabkan oleh perbedaan persepsi antara pemerintah dengan para produsen otomotif. Kedua belah pihak dikabarkan saling menunggu tanpa inisiatif jemput bola. Akibatnya, harapan untuk kehadiran mobil beremisi rendah dan ramah lingkungan terpaksa harus menunggu waktu.

Tak hanya di Indonesia, regulasi maupun infrastruktur yang mendukung teknologi ramah lingkungan juga sering menjadi tantangan tersendiri, termasuk bagi Thailand yang dikenal sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan pasar otomotif terbaik di Asia Tenggara.

Kurang Dukungan Pemerintah

Seperti kita ketahui bersama, Toyota adalah salah satu produsen otomotif yang memiliki komitmen tinggi terhadap kendaraan ramah lingkungan. Pabrikan asal Jepang ini pun telah mengusahakan agar produk-produknya yang bertaraf global bisa segera hadir di setiap negara.

Toyota Alphard Hybrid (Foto: Toyota)

Toyota Thailand juga diketahui telah memiliki niatan untuk segera mempopulerkan kendaraan ramah lingkungan di Negeri Gajah Putih itu. Sayangnya, pemerintah setempat seakan tidak memberi respon maupun dukungan. Hal ini sebenarnya bisa dipahami, mengingat investasi pada kendaraan ramah lingkungan (kendaraan hybrid atau listrik) cukup tinggi, termasuk dalam hal penyediaan fasilitas yang dibutuhkan.

Jalan Terus

Saat ini di Thailand Toyota baru memiliki dua model mobil hybrid yang tergolong masuk ke kelas high-end: Camry dan Alphard. Nantinya, Toyota Thailand berencana untuk terus mendorong pertumbuhan mobil listrik (Electric Vehicle / EV) dan mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle / HEV) meski tidak ada dukungan apapun dari pemerintah setempat. Toyota Thailand bahkan berkeinginan untuk segera melokalikasi produksi secara besar untuk pasar domestik dan ekspor dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Camry Hybrid di Bangkok Motor Show 2015 (Foto: BIMS)

Jika melihat pengalaman di tahun 2016 lalu, keinginan Toyota Thailand ini tergolong berani. Saat itu, Board of Investment (BoI) Thailand telah menolak permintaan sektor swasta untuk memiliki hak istimewa saat memproduksi HEV. Jika ingin mendapatkan hak istimewa itu, pabrikan mobil diharuskan dapat menjual mobil ramah lingkungan sekitar 100 ribu unit per tahun. Angka ini masih belum dapat dipenuhi dan baru tercatat mampu terjual sebanyak 79.061 unit dengan Toyota sebagai penguasa pasar karena menjual lebih dari 55 ribu unit.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY