Toyota C-HR Berpeluang Masuk Indonesia Tahun Ini, Bakal Lebih Mahal dari Fortuner?

Toyota C-HR Berpeluang Masuk Indonesia Tahun Ini, Bakal Lebih Mahal dari Fortuner?

681
0
BERBAGI
Produksi Toyota C-HR (Foto: Carscoops)

Beberapa waktu lalu, penampakan Toyota C-HR telah terlihat beredar di jalanan Thailand dalam balutan kamuflase. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa crossover anyar Toyota itu akan segera hadir di pasar Asia Tenggara.

Menanggapi hal ini, PT Toyota Astra Motor (TAM) juga pernah berkata bahwa pihaknya siap jika diminta memproduksi C-HR secara lokal. Prediksi kemunculan mobil ini di Indonesia pun nampaknya tinggal menunggu waktu saja.

Bisa Masuk Tahun Ini

Menurut Fransiscus Soerjapranoto, GM Marketing and Sales PT TAM, kehadiran C-HR awalnya diperhitungkan tahun depan. Namun, jika TAM berniat melakukan tes pasar, maka besar kemungkinan C-HR bisa didatangkan tahun ini dalam skema CBU (Completely Built Up), meski belum diketahui pasti akan didatangkan dari negara mana.

Toyota C-HR Hybrid Concept di GIIAS 2016 (Foto: Ototaiment)

Meskipun berstatus CBU, PT TAM masih berpeluang untuk memproduksi mobil ini secara lokal. Hanya saja, ada syarat tertentu agar suatu kendaraan bisa diproduksi secara lokal, salah satunya adalah harus terjual minimal 1.000 unit per bulannya. Secara hierarki, PT TAM diharuskan mengimpor terlebih dahulu sambil membaca reaksi pasar. Jika dirasa sudah memenuhi syarat, barulah C-HR bisa diproduksi di dalam negeri.

Lebih Mahal dari Fortuner

Jika melihat keinginan PT TAM untuk memproduksi C-HR di dalam negeri, dapat dipahami jika alasannya adalah agar harga C-HR bisa kompetitif di kelasnya. Sebelum ini Wakil Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono, menyebutkan bahwa harga C-HR harus berada di bawah Fortuner.

Spy shot Toyota C-HR di Thailand (Foto: carspiritpk)

Berlawanan dengan pernyataan Warih, Soerjapranoto justru berkata bahwa C-HR harganya bakal di atas Fortuner karena skema impor yang disandangnya, termasuk dengan pajak dan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar yang juga menjadi faktor penentu harga. Meski belum bisa menyebut angka, Soerjapranoto mengatakan bahwa kemungkinan harga turun memang bisa terjadi jika diproduksi secara lokal. Hanya saja, kondisi pasar dan lain-lain tetap akan mempengaruhi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY