Seluk Beluk Dunia Drifting (part 4) : Ryusuke Kawasaki

Seluk Beluk Dunia Drifting (part 4) : Ryusuke Kawasaki

627
0
BERBAGI
(foto : Speedhunters)

Ketika para tokoh drifting yang lain sedang sibuk mengasah skill atau mungkin sibuk dengan kompetisi, ada seorang tokoh yang justru sibuk membuat majalah yang berisi tentang seluk beluk subkultur drifting. Orang ini secara tidak langsung akhirnya berperan mengenalkan subkultur drift kepada dunia otomotif internasional. Ryusuke Kawasaki dan media cetak yang ia pimpin berhasil mengenalkan subkultur drift ke dunia, sehingga akhirnya banyak orang yang tergila-gila dengan drifting dan juga gaya hidupnya.

Kawasaki adalah chief editor dari Drift Tengoku, majalah serta video bulanan dengan tema drift. Media ini tergabung dalam grup media Option yang dimiliki oleh raja media otomotif Jepang, Daijiro Inada. Drift Tengoku merupakan majalah pertama yang mengulas soal drifting, sebelum akhirnya muncul majalah-majalah lain, seperti D to D (Drifting & Driving). Drift Tengoku yang berarti ‘Surga Drift’ pertama kali muncul pada tahun 1996 sebagai majalah temporer di Option2. Majalah ini mengulas soal teknik-teknik drift, kompetisi serta bagaimana cara membangun mobil drift. Yang menarik, majalah ini juga sering mengulas dunia drifting bawah tanah alias ilegal. Tidak heran jika Kawasaki sering dipanggil oleh pihak berwajib, karena dianggap sebagai koordinator pertemuan serta kompetisi para drifter jalanan yang dianggap berbahaya.

Ciri Khas Kawasaki

Kawasaki memiliki empat ciri dan karakteristik yang selalu melekat pada dirinya. Yang pertama, Kawasaki menyukai warna pink, bahkan hampir semua mobil drift-nya dilabur warna pink: Nissan Cefiro, Toyota Chaser, juga Nissan Skyline R32 GT-R miliknya. Ciri khas selanjutnya adalah, Kawasaki tidak pernah lepas dari rokok. Seperti kebanyak drifter Jepang, Kawasaki merupakan seorang perokok berat. Ciri khas ketiga, Kawasaki selalu dekat dengan wanita. Kawasaki sering terlihat bercengkerama dengan para wanita, entah itu drifter, atau pacar para drifter, atau mungkin para fansnya. Sepertinya inilah yang menyebabkan Kawasaki lebih senang menerima karyawan perempuan di Drift Tengoku.

Kawasaki lebih suka mengerjakan mobilnya sendiri, dan memodifikasinya sendiri (foto : Wrecked Magazine)

Ciri khas Kawasaki yang terakhir, dan paling penting adalah selalu melakukan modifikasi sendiri, bahkan hingga manufakturisasi spareparts. Kawasaki tidak ragu-ragu untuk mengelas, memasang velg bahkan diferensial, memperbaiki bagian-bagian mesin yang rusak, modifikasi, selama masih bisa dikerjakan sendiri, maka akan dikerjakan. Hal ini pula yang membuat Kawasaki rutin menulis trik-trik modifikasi, dari yang ringan seperti mengatur suspensi, setting mesin, sampai yang kelas berat macam memodifikasi LSD.

Diangkat Menjadi Juri, Menggantikan Keiichi Tsuchiya

Pengalaman dan pengetahuannya tentang dunia drifting tentu saja sudah tidak bisa diragukan lagi. Oleh karena itu, panitia kompetisi D1GP mengangkat Kawasaki untuk menjadi juri, selepas Keiichi Tsuciya dan Daijiro Inada hengkang. Kawasaki duduk di kursi juri bersama Eiiji Yamada, Hisashi Kamimoto, Shinji Yamaji, dan Akira Iida.

Deretan juri D1GP setelah Keiichi Tsuchiya hengkang (foto : Wrecked Magazine)

Sepanjang hidupnya, kawasaki terus di dunia drift. Dedikasi dan loyalitasnya tidak bisa lagi disepelekan, mengabdikan diri dalam media publikasi cetak terbaik tentang drift, serta menjadi juri dari kompetisi drift paling bergengsi di Jepang, dan dunia. Orang-orang seperti iniliah yang dibutuhkan dalam sebuah subkultur. Tidak hanya ikut bergulat di dalam, tetapi juga berani keluar untuk memperkenalkan dan tidak lupa untuk melindungi dan menjaga subkulturnya. Respect!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY