Pasar Mobil Mewah di Indonesia Bagus, Tapi Penjualan Infiniti Malah Jeblok

Pasar Mobil Mewah di Indonesia Bagus, Tapi Penjualan Infiniti Malah Jeblok

791
0
BERBAGI
(Foto : Autotribute)

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, pasar mobil kelas premium di Indonesia akhir-akhir bisa dikatakan membaik. Salah satu contoh pabrikan yang menuai hasil dari membaiknya pasar mobil mewah di Indonesia ini adalah Mecedes-Benz. Mercy Indonesia mencatat kenaikan penjualan sebesar 2,6% tahun 2016 kemarin. Sayangnya, tidak semua pabrikan merasakan efek ini, karena Infiniti hingga saat ini juga masih belum bisa meraih penjualan yang bagus.

Merek mobil premium di bawah Nissan ini karirnya memang tidak cemerlang seperti mobil-mobil mewah lainnya di Indonesia. Dari data yang dirilis Gaikindo periode Januari 2016 hingga November 2016 saja Infiniti hanya menjual 1 unit. Menurut Presiden Direktur Nissan Motor Indonesia, Antonio ‘Toti’ Zara, Nissan Motor Indonesia saat ini sedang fokus kepada Datsun dan Nissan saja, walaupun ada juga keinginan untuk mengembangkan Infiniti di Indonesia. “Kami ingin membangun Nissan, kami ingin membangun Datsun. Kami akan melanjutkan Infiniti, kami akan terus melanjutkan pelayanan kami terhadap konsumen (Infiniti), kami akan menawarkan kebutuhan penggemarnya yang unik. Tapi saat ini kami merasa produk Infiniti yang kami punya tidak bisa kompetitif di pasar otomotif Indonesia,” ujar Toti.

 

Sulit Bersaing di indonesia

Tidak bisa bersaingnya Infiniti di kelas mobil premium Indonesia karena segmen premium di Indonesia sangat terbatas. “Segmen premium di pasar otomotif Indonesia susah sekali. Banyak merek premium di sini, tapi segmen itu terbatas. Anda juga melihat banyak merek struggle di Indonesia,” kata Toti. Memang, beberapa merek otomotif premium lainnya tidak sedikit yang masih bisa bertahan. Namun, kata Toti, kondisinya berbeda dengan Infiniti. “Mungkin merek mobil premium lainnya mereka tidak punya seperti Nissan dan Datsun untuk difokuskan,” ujar Toti.

Infiniti QX50 Concept yang dipamerkan di Detroit Motor Show 2017 (foto : Caradvice)

Selain itu, menurut Toti, kondisi saat ini berubah drastis ketika Nissan pertama kali memperkenalkan Infiniti. Apalagi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat merosot. “Ketika kami pertama kali meluncurkan Infiniti, Dolar masih berada di Rp 10.000, tapi sayangnya nilai Rupiah terus menurun sampai lebih dari Rp 13.000. Dan dengan nilai tukar Rupiah itu, kami tidak melihat Infiniti bakal kompetitif di Indonesia,” kata Toti. “Tapi itu bukan berarti Infiniti tidak akan memiliki produk yang tepat di masa depan. Kami akan memanfaatkan kesempatan di Indonesia jika kami menemukan produk yang tepat dari Infiniti untuk dikenalkan di Indonesia,” tutup Toti.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY