Akibat Brexit, Penjualan Jaguar Land Rover Meningkat Drastis

Akibat Brexit, Penjualan Jaguar Land Rover Meningkat Drastis

258
0
BERBAGI
(foto : Independent UK)

Kebijakan-kebijakan baru Presiden baru Amerika, Donald Trump yang banyak membatasi pergerakan industri otomotif malah mengingatkan kami dengan peristiwa Brexit yang terjadi tahun lalu. Saat itu, banyak yang meramalkan tentang kejatuhan industri otomotif lokal jika Inggris keluar dari Uni Eropa. Tetapi nyatanya, saat ini malah beredar kabar jika penjualan yang dialami oleh Jaguar Land Rover malah meningkat tajam di pasar lokalnya.

Bahkan Society of Motor Manufacturers and Traders (SMMT) mengatakan bahwa manufaktur mobil Inggris meningkat tajam mencapai 1,7 juta unit sepanjang 2016 setelah peristiwa Brexit. Pencapaian tersebut dinilai sebagai rekor tertinggi sepanjang 17 tahun belakangan ini.

Jaguar Land Rover Terbesar

Saat ini, produsen Jaguar Land Rover yang kini menjadi produsen dengan angka penjualan terbesar di Inggris menilai bahwa hasil penjualan tahun 2016 lalu adalah penjualan terbesar mereka. Di bawah Jaguar Land Rover, peringkat penjualan diduduki oleh Nissan, Mini, Toyota, Honda, kemudian Vauxhall.

Jaguar Indonesia malah baru saja meluncurkan produk terbarunya, Jaguar XF 2.0 Blackjack di Showroom Jaguar Land Rover, Jakarta Selatan (foto : Tribunnews)

Tak hanya dari penjualan lokalnya, produksi ekspor juga meningkat sebesar 83,9%. Sebanyak 10 model mobil produksi Inggris banyak diminati pasar global, sembilan di antaranya merupakan kendaraan mewah. Pencapaian ini berdampak sejajarnya produk Inggris dengan merek kendaraan Jerman. Informasi tambahan, setelah Inggris keluar dari Uni Eropa, pemerintah setempat menerapkan pajak bea masuk yang tinggi untuk mobil-mobil yang masuk ke Inggris, sama seperti kebijakan yang akan dibuat oleh Trump.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY