Revisi Peraturan Taksi Online, Pemerintah Siapkan Sistem Khusus Untuk Memantau

Revisi Peraturan Taksi Online, Pemerintah Siapkan Sistem Khusus Untuk Memantau

732
0
BERBAGI
(Foto: poskota)

Menjelang akhir tahun 2016 lalu, banyak pengemudi taksi berbasis aplikasi online yang memprotes kebijakan pemerintah terkait batas kubikasi mesin yang diperbolehkan untuk dipakai sebagai taksi online. Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No. 32 Tahun 2016, hanya mobil dengan spesifikasi mesin 1.300 cc ke atas yang diizinkan beroperasi sebagai taksi online.

Kementerian Perhubungan pun kemudian menyatakan bakal melakukan peninjauan untuk merevisi Peraturan Menteri yang sudah beredar tersebut. Rencananya, peraturan terbaru akan segera diumumkan bulan ini dan memperbolehkan mobil berkapasitas di bawah 1.300 cc macam LCGC (low cost green car) kembali digunakan sebagai unit usaha transportasi berbasis aplikasi secara resmi.

Uji Publik

Menurut Pudji Hartanto, Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, bila revisi peraturan sudah disetujui Menteri Perhubungan, maka pada bulan Februari 2017 ini akan diberlakukan uji publik sebagai bagian dari sosialisasi singkat sebelum akhirnya benar-benar diterapkan. Saat sudah berjalan, nantinya pengaturan bukan lagi melalui himbauan atau penertiban, tapi sudah ke tindakan.

Ingin menjadikan mobil pribadi sebagai taksi online? Perhatikan peraturannya agar tidak bermasalah di kemudian hari (Foto: industribisnis)

Untuk saat ini, Pudji belum memberi tahu sanksi apa yang akan diberlakukan nantinya. Dirinya baru mengungkapkan bahwa sudah ada kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan sistem tracking pada taksi online. Sistem inilah yang nantinya memudahkan Kemenhub untuk mengawasi taksi online agar lebih terarah dan semua teregistrasi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY