Tak Lagi Bersama Indomobil, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Volvo?

Tak Lagi Bersama Indomobil, Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Volvo?

326
0
BERBAGI
Volvo kini berada dibawah naungan Garansindo (Foto: dealershipreview)

Volvo dikenal sebagai produsen mobil yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Pada era Presiden Soeharto dulu, merek Volvo sempat menjadi tunggangan wajib bagi para menteri karena dinilai mampu memberikan keamanan maksimal bagi para pejabat tersebut.

Sayangnya, nasib Volvo di Indonesia mulai terkatung-katung sejak memasuki era milenial. Pada tahun 2014 silam, Volvo praktis tidak mencatatkan satupun penjualan. Grup Indomobil selaku pemegang merek Volvo di Indonesiapun angkat tangan.

Pindah Rumah

Terhitung mulai 1 Januari 2017, Volvo Cars resmi melepas kemitraannya dengan Grup Indomobil dan memilih untuk berlabuh ke Garansindo Group. Seperti sudah kita ketahui, Garansindo dikenal sebagai pemain di segmen mobil premium dengan menggandeng Fiat Chrysler Automobiles sebagai partnernya. Bergabungnya Volvo ke Garansindo tentu menambah panjang deret nama automaker handal selain Jeep, Chrysler, Dodge, Fiat, dan Alfa Romeo.

Garansindo mengambil-alih Volvo dari Indomobil (Foto: Bisnis)

Menanggapi kepindahan Volvo ke Garansindo, Indomobil mengatakan bahwa hengkangnya Volvo dari keluarga Indomobil telah melalui perhitungan yang matang. Selama ini, kondisi Volvo di tangan Indomobil terbilang sulit. Indomobil bahkan sudah mencoba beragam cara, mulai dari melakukan impor dalam kuota kecil hingga mendapat dorongan langsung dari Volvo Cars. Namun tetap saja, kondisi Volvo mengenaskan.

 

 

Tak Ada Dealer yang Berani Mendukung

Tak hanya permasalahan internal, Indomobil juga mengaku kesulitan mendapat dukungan dealer. Keberadaan dealer Volvo di Indonesia yang nihil dikarenakan para dealer menyerah untuk memberikan investasi besar demi mengangkat kembali nama Volvo di Indonesia. Menurut para pemilik dealer yang berada dalam wadah Indomobil, Volvo bakal kesulitan bersaing dengan kondisi pasar otomotif Indonesia saat ini. Selain itu, masing-masing dealer juga memiliki kewajiban membangun showroom dan perbengkelan, dan biaya membangun itu semua tidak murah.

Ilustrasi perakitan Volvo XC90 di Swedia (Foto: Kompas)

Saat ini, pasar terbesar mobil mewah adalah Jakarta, dan membangun showroom mobil mewah ditengarai bakal menghabiskan minimal Rp 200 miliar. Dengan angka yang sedemikian besar ini, Indomobil kesulitan untuk menentukan harga jual yang masih kompetitif. Akhir kata, mau tidak mau Indomobil harus merelakan Volvo pindah ke rumahnya yang baru. Semoga saja Garansindo bisa memberikan napas yang lebih panjang bagi merek asal Swedia ini, sehingga tidak kembali mati suri.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY